Breaking News:

Citizen Reporter

Siap Mendunia, Sri Tanjung Hidup Kembali dalam Enam Bahasa

Kisah Sri Tanjung dikemas menjadi buku yang diluncurkan dalam enam bahasa, yakni Using, Jawa, Indonesia, Inggris, Prancis, dan Spanyol.

Siap Mendunia, Sri Tanjung Hidup Kembali dalam Enam Bahasa
citizen reporter/dokumentasi pribadi
Peluncuran buku Sri Tanjung Hidup Kembali dalam enam bahasa dilakukan dalam FGD Pemajuan Kebudayaan Daerah di Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi, Kamis (23/7/2020).

Tragedi Sri Tanjung dalam legenda masyarakat Banyuwangi, ditulis ulang dengan menyuarakan keberpihakan pada kaum yang lemah. Yang menarik, buku itu ditulis dalam enam bahasa, yaitu bahasa Using, Jawa, Indonesia, Inggris, Prancis, dan Spanyol.

Dengan menggunakan banyak bahasa, itu berpotensi sebagai media informasi budaya Banyuwangi kepada masyarakat internasional. Dengan demikian penerbitan buku itu memiliki nilai strategis dan sekaligus sebagai salah satu wujud diplomasi budaya Indonesia.

Peluncuran buku Sri Tanjung Hidup Kembali karya Aekanu Hariyono dilakukan dalam focus group discussion (FGD), Kamis (23/7/2020). FGD berlangsung di Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi.

FGD juga diadakan secara virtual sehingga dapat diikuti dari mana saja. Kepala Bappeda Kabupaten Banyuwangi, Suyanto Waspo Tondo, Novi Anoegrajekti dari Universitas Jember, Aekanu Hariyono penulis buku, dan puluhan undangan yang duduk berjauhan untuk menjaga jarak menyaksikan peluncuran buku itu.

Menurut Aekanu, sebagai seorang raja seharusnya Sulahkromo sudah selesai dalam hal asmara, harta, dan kuasa. Menjadi raja dan pemimpin ia bertugas melayani dan menyejahterakan rakyatnya. Itu dibutuhkan kematangan batin dan kearifan.

Sulahkromo telah menyalahgunakan kekuasaannya untuk memenuhi hasrat asmaranya. Oleh karena itu, ia mendapat hukuman, menerima karma, dan mengalami kematian secara tragis.

Kisah Sri Tanjung juga menurunkan legenda sumur Sri Tanjung yang dipercaya oleh masyarakat memiliki tuah bagi para peziarah yang hadir dan berdoa. Selain itu, terdapat kepercayaan di kalangan masyarakat bahwa kegiatan-kegiatan besar yang tidak diawali ziarah ke sumur Sri Tanjung akan mengalami masalah dan kesulitan.

Oleh karena itu, setiap perhelatan besar lazim diawali dengan melakukan ziarah ke sumur Sri Tanjung yang terletak di Temenggungan dan sumur kuno berada di belakang rumah Using pojok Pendopo Bupati. Legenda turunan sebagai ikutan dari kisah Sri Tanjung ini kiranya perlu digali dari ingatan masyarakat yang masih menghidupi legenda itu.

Diperlukan kedekatan terhadap lingkungan alam, sosial, dan budaya yang mengitarinya, termasuk cerita rakyat yang masih hidup pada memori masyarakat Banyuwangi. Kedekatan dengan lingkungan memungkinkan masyarakat menjaga, mengembangkan, dan memanfaatkan potensi yang ada untuk mengatasi berbagai persoalan secara baik dan benar.

Kepala Bappeda Kabupaten Banyuwangi, Suyanto Waspo Tondo, mengatakan kedekatan dengan lingkungan menjadi sumber inspirasi, termasuk dalam kisah Sri Tanjung. Suyanto berterima kasih kepada penulis dan semua pihak yang telah bekerja keras dan membantu penerbitan buku itu.

“Ada tiga kata yang menggambar buku itu, yakni keren, beken, dan paten,” tambahnya.

Pemerintah Kabupaten Banyuwangi yang peduli terhadap budaya setempat, hadir dengan menyediakan fasilitas dalam rangka FGD Pemajuan Kebudayaan Daerah. Nama Sri Tanjung juga diabadikan sebagai nama ruang publik di pusat kota Banyuwangi, yaitu Taman Sri Tanjung.

Di taman itu terdapat panggung terbuka sebagai ruang ekspresi seni budaya secara bergiliran mulai dari kelompok seni tradisi dan modern yang ada di Banyuwangi. Pemerintah juga mengangkat kisah Sri Tanjung sebagai tema Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) pada 2016.

BEC sebagai pergelaran fashion berkelas dunia diselenggarakan setiap tahun sejak 2011. Semoga hanya tahun ini BEC dan fashion mengalami kevakuman akibat pandemi Covid-19.

Novi Anoegrajekti
Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember
novi.anoegrajekti@gmail.com

Editor: Endah Imawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved