Breaking News:

Berita Malang Raya

Sering Konsumsi Narkoba Gratis, Endro Malah Ketagihan Kronis

Endro diminta mengantarkan barang tanpa dibayar tetapi boleh memakai narkoba sepuasnya.

surya/erwin wicaksono
Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar mengintograsi tersangka kasus narkoba di Polres Malang, Jumat (24/7/2020). 

SURYA.CO.ID, MALANG - Perilaku seseorang juga terbentuk dari pergaulannya. Seorang pria lulusanpendidikan Informatika, Endro Suryanto (42) diduga sudah bergelut dengan dunia narkoba, sehingga ketika menjadi kurir dengan bayaran narkoba gratis, Endro sekarang semakin ketagihan.

Endro ditangkap jajaran Polres Malang pada 16 Juli 2020 lalu saat mengantarkan paket narkoba di sekitar lokasi domisili konsumennya, di kawasan Desa Mangliawan, Kecamatan Pakis.

Ternyata Endro diketahui bekerja sebagai kurir narkoba yang dikirim seorang kenalannya bernama W. Selama menjadi teman W, Endro diminta mengantarkan barang itu tanpa dibayar tetapi boleh memakai narkoba sepuasnya.

"Saya tidak dibayar, hanya boleh pakai narkoba sepuasnya. Barang (narkoba) punya W, yang saya terima sudah pecahan," tutur Endro dalam rilis di Polres Malang, Jumat (24/7/2020).

Mantan karyawan toko buku itu mengaku sebelum menjadi kurir, dirinya telah mengonsumsi dengan cara membelinya. Namun perkenalan dengan W membuat Endro bisa menikmati sabu dan ganja gratis.

Saat menjadi kurir narkoba, ia tidak pernah mengenal kepada siapa saja sosok penerima narkoba itu. Lantaran skema pengiriman narkoba dengan sistem ranjau di tempat yang disepakati.

"Saya tidak tahu ke siapa penerimanya karena mereka ambil saja. Pokoknya saya disuruh menaruh di mana, ya saya taruh," ujar pria asal Kecamatan Blimbing, Kota Malang itu.

Kapolres Malang, AKBP Hendri Humar menerangkan, pelaku ditangkap saat hendak melakukan transaksi di Kecamatan Pakis. Dan saat digeledah petugas, Endro memiliki narkoba jenis sabu.

Setelah mengamankan tersangka, petugas kemudian melanjutkan penyelidikan. Alhasil, ditemukan 3 poket ganja dengan berat 774 gram dan 12 poket sabu dengan berat total 115,06 gram di rumah istri sirinya di Kelurahan Kemirahan, Kecamatan Blimbing, Kota Malang.

Dugaan yang mencuat, tersangka mendapat instruksi dari seorang napi di salah satu Lapas di Kota Malang. "Masih kita dalami siapa yang menyuruh tersangka hingga dapat narkoba ini. Kemungkin satu napi di lapas Malang," beber Hendri.

Akibat perbuatannya, pelaku disangkakan Pasal 114 ayat (1) dan (2) sub Pasal 112 ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2019 tentang narkoba."Ancaman hukuman minimal 5 tahun dan maksimal 20 tahun." kata Hendri.

Penulis: Erwin Wicaksono
Editor: Deddy Humana
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved