Breaking News:

Virus Corona di Magetan

Reaksi Dewan soal Kebijakan Bupati Magetan Stop BBM Jenis Premium dengan Alasan Timbulkan Kerumunan

Permintaan Bupati Magetan kepada PT Pertamina agar tidak melayani permintaan premium dari SPBU di Magetan.

Penulis: Doni Prasetyo | Editor: Parmin
surya.co.id/doni prasetyo
Atas permintaan Bupati Magetan kepada PT Pertamina agar tidak melayani premium dari SPBU di Magetan akibatnya empat bulan ini mesin dispenser BBM premium di SPBU di seluruh Magetan kosong. 

SURYA.co.id | MAGETAN -  Kebijakan Bupati Magetan menyetop BBM bersubsidi jenis premium di wilayahnya dianggap sebagai tindakan tidak berpihak kepada "wong cilik" dan penzaliman.

"Itu memang kewenangan eksekutif, tapi perbuatan itu zalim dan tidak berpihak kepada "wong cilik"," kata anggota DPRD Kabupaten Magetan dari Partai Amanat Nasional (PAN) , Jumat (24/7).

Menurut wakil rakyat dari Partai Amanat Nasional (PAN)  ini kalau alasan hanya menciptakan kerumunan, masih banyak tempat yang lebih berkali lipat sebagai pembuat kerumunan, dibandingkan antrian BBM subsidi di SPBU.

"Kami sebagai wakil rakyat di DPRD menyoroti kebijakan yang sangat menzalimi warga kecil yang  berhak atas subsidi dari premiun itu,"ujar Nahar yang juga anggota  Komisi B, yang membidangi pertanian dan perdagangan ini.

Dikatakan Nahar, DPRD memang tidak bisa memanggil Bupati, karena penghentian BBM subsidi itu seratus persen kewenangannya.

Namun, meski begitu kebijakan itu perlu dikaji ulang karena menyangkut rakyat kecil yang jumlahnya lebih banyak.

"Perlu diingat, Bupati bisa menjabat dan berkuasa karena dipilih warga, dan warga pemilih terbanyak dari kalangan bawah yang berhak menerima subsidi itu. Kebijakan ini zalim,"kata mantan pendidik ini.

Ketua LSM Kresna Atma Imanuel melayangkan surat kepada Bupati agar mencabut kebijakan menghentikan penyaluran BBM subsidi di wilayah Kabupaten Magetan.

"Kebijakan Bupati itu tidak adil, saya minta kebijakan Bupati itu dicabut. Kasihan warga di strata bawah yang membutuhkan. Alasan membuat kerumunan, saya tengarai bukan satu satunya,"kata Atma seraya mengatakan kalau suratnya tidak mendapat tanggapan, LSM Kresna akan membawa masalah ini ke Jokowi.

Sementara Bupati Magetan Suprawoto yang dikonfirmasi terkait penghentian penyaluran BBM subsidi jenis premium di seluruh SPBU di Magetan ini membenarkan.

"Alasan kita (Pemerintah Kabupaten),  kebijakan tersebut terkait  Covid-19. Karena setiap saat, antrian pembeli mengular sehingga menimbulkan kerumunan," kata Bupati Suprawoto.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved