Breaking News:

Berita Mojokerto

Pemkot Mojokerto Siapkan Aplikasi Transaksi Nontunai Untuk Eks PKL yang Akan Direlokasi ke Benpas

Pemkot Mojokerto merancang aplikasi transaksi nontunai untuk Eks Pedagang Kaki Lima (PKL) Alun-alun yang segera direlokasi ke Benpas

surabaya.tribunnews.com/mohammad romadoni
Wali kota Mojokerto, Ika Puspitasari saat bertemu 50 perwakilan eks PKL Alun-alun yang akan direlokasi ke pasar Benpas. 

SURYA.co.id | MOJOKERTO - Pemkot Mojokerto merancang aplikasi transaksi nontunai untuk Eks Pedagang Kaki Lima (PKL) Alun-alun yang segera direlokasi ke Pasar Modern Benteng Pancasila (Benpas).

Rencana itu disampaikan Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari saat audiensi bersama perwakilan Eks-PKL alun-alun di Rumah Rakyat Hayam Wuruk, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, Kamis malam (23/7/2020).

Informasinya, pasar modern Benteng Pancasila yang terbakar 2017 silam itu telah dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dengan anggaran dari APBN 2019. Proses pembangunan pasar modern Benpas kini telah mencapai sekitar 92 persen dan ditargetkan rampung sekitar 24 Agustus 2020.

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari mengatakan proses pembangunan renovasi pasar modern Benpas akan selesai sehingga segera dapat ditempati. Pihaknya masih menyiapkan aplikasi penunjang sebagai transkasi jual beli tanpa menggunakan uang cash atau tunai untuk konsep pasar Benteng Pancasila.

"Pemanfaatan teknologi ini semata-mata juga sebagai upaya Pemkot Mojokerto dalam memutus mata rantai penyebaran Virus Corona, terutama dalam masa transisi adaptasi tatanan normal baru," ungkapnya, Jumat (24/7/2020).

Kata dia, di aplikasi itu akan tersedia berbagai fitur yang dapat digunakan sebagai sarana transaksi oleh pedagang dan pembeli.

Para pedagang tidak perlu khawatir produk dagangan tertukar dengan produk dari pedagang lain meskipun jenis produknya sama di dalam aplikasi tersebut.

"Jadi melalui aplikasi ini produk unggulan dari para UKM/UMKM dapat dipamerkan. Aplikasi dapat diakses oleh masyarakat di seluruh Indonesia sehingga secara tidak langsung dapat menumbuhkan sistem perekonomian sekaligus mengenalkan produk lokal Kota Mojokerto ke berbagai daerah," jelasnya.

"Selain sebagai transaksi jual beli, aplikasi ini juga sebagai sarana pembayaran retribusi sehingga pedagang tidak perlu membayar secara cash atau tunai lagi. Dan jangan pernah percaya sama oknum yang mengatasnamakan pegawai saat memungut retribusi," terangnya. 

Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved