Breaking News:

Virus Corona di Bangkalan

Anggaran BTT Penanganan Covid-19 di Kabupaten Bangkalan Masih Terserap 16 Persen

Realisasi penggunaan dana BTT penanganan Covid-19 masih berada di angka 16 persen

Penulis: Ahmad Faisol | Editor: Titis Jati Permata
surya.co.id/ahmad faisol
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bangkalan sekaligus Tim Verifikasi Pengguna Anggaran BTT Penanganan Covid-19 Rizal Morris. 

SURYA.CO.ID, BANGKALAN - Anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) khusus penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dari kebijakan refocusing dan efisiensi pada awal April 2020 di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) hingga kecamatan di Kabupaten Bangkalan terkumpul sejumlah Rp 88.296.951.532.

Berdasarkan data yang dihimpun SURYA.co.id dari Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Bangkalan, realisasi penggunaan dana BTT pengananan Covid-19 masih berada di angka 16 persen atau sejumlah Rp 14.078.108.793.

Kepala Bidang Akutansi dan Pembendaharaan BPKAD Kabupaten Bangkalan Yudianto Hidayat mengungkapkan, penjumlahan dilakukan di setiap akhir bulan meski pencairan bisa langsung dilakukan setelah ada pengajuan dana penanganan Covid-19.

"Realisasi hingga Juni masih di angka 16 persen. Realisasi penggunaan dana BTT penanganan Covid-19 di Bulan Juni, kami laporkan ke Kementerian Keuangan pada 7 Juli," ungkap Yudi kepada SURYA.co.id, Jumat (24/7/2020).

Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 1 Tahun 2020 menyebutkan, dana BTT yang disiapkan pemerintah daerah dipakai khusus kebutuhan tiga kegiatan; Penanganan Kesehatan, Penanganan Dampak Ekonomi, dan Jaring Pengaman Sosial.

Pemberian bantuan sosial atau ekonomi kepada masyarakat dalam kegiatan Penanganan Dampak Ekonomi di Bulan Juni dilaporkan, anggaran BTT yang terserap masih berada di angka 4 persen atau sejumlah Rp 204.000.000 dari total anggaran senilai Rp 5.400.000.000.

Pada kegiatan Jaring Pengaman Sosial, penyerapan BTT untuk kegiatan bagi-bagi paket sembako Dinas Sosial masih di angka 4 persen atau sejumlah Rp 1.052.000.000 dari total anggaran senilai Rp 30.463.339.266.

Rendahnya penyerapan dana BTT juga tercatat pada sejumlah kegiatan dalam Laporan Kinerja Bidang Kesehatan untuk Pencegahan atau Penanganan Covid-19.

Di antaranya pada pos kegiatan Pelayanan dan Pendukung Pelayanan RSUD Syamrabu.

Dari total anggaran senilai Rp 4.750.000.000 yang disiapkan, realisasi anggaran masih berada di angka 2 persen atau sejumlah Rp 117.959.551.

Sedangkan pada pos kegiatan Peningkatan Alat Kesehatan dan Perbekalan Rumah Tangga Dinas Kesehatan, realisasi penyerapan anggaran telah mencapai angka 98 persen atau sejumlah Rp 2.411.532.000 dari total anggaran Rp 2.465.632.000.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved