Berita Malang

Akhir Tahun Tiga Proyek Besar Kota Malang Harus Tuntas

Flyover Jembatan Kedungkandang merupakan proyek lama yang selalu gagal dalam proses pembangunan.

Akhir Tahun Tiga Proyek Besar Kota Malang Harus Tuntas
surya/nedi putra aw
Jembatan Kedungkandang, Kota Malang

SURYA.CO.ID, MALANG - Progress pembangunan tiga proyek besar di Kota Malang yang sempat tersendat di tengah mewabahnya Corona, tetap harus diselesaikan tepat waktu. Komisi C DPRD Kota Malang pun mendesak agar tiga proyek besar milik Pemkot Malang bisa selesai tepat waktu pada akhir tahun.

Tiga proyek yang kini sedang dalam pembangunan adalah Block Office Mini, Flyover Jembatan Kedungkandang dan Islamic Center tahap I.

Desakan tersebut disampaikan Ketua Komisi C, Fathol Arifin mengingat jangka waktu pengerjaan ketiga proyek itu hanya tersisa lima bulan. Dari hasil dengar pendapat yang dilakukan antara Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) dengan Komisi C, pembangunan ditargetkan selesai pada 14 Desember 2020.

"Kata Kepala DPUPRPKP, semua sudah finished sebelum 14 Desember," ucap Politisi PKB tersebut, Jumat (24/7).

Karena itu ia meminta agar DPUPRPKP benar-benar melakukan kontroling dan pengawasan dalam pembangunan tiga proyek besar itu. Itu agar kualitas bangunan baik dan proses pengerjaan tidak molor dari jadwal.

"Kami sudah mendesak Pemkot Malang agar benar-benar melakukan pengawasan. Jangan sampai wanprestasi. Meski pekerjaan ini dilakukan saat pandemi yang harus dikerjakan sesuai protokol kesehatan," ucapnya.

Dua dari tiga proyek itu merupakan kebutuhan mendesak. Seperti Block Office Mini, Fathol memandang bahwa eksekutif membutuhkan sebuah kantor OPD yang representatif. Sebab, gedung yang dulunya ditempati oleh Satpol PP Kota Malang itu dianggap kurang layak.

Dan kantor Satpol PP dipindahkan sementara ke Jalan Bingkil yaitu kantor eks Disperkim Kota Malang. "Karena banyak kantor OPD yang tidak representatif. Jadi saya rasa Pemkot Malang membutuhkan sebuah gedung baru untuk kantor OPD," ucapnya.

Hal yang sama juga berlaku bagi Flyover Jembatan Kedungkandang Kota Malang. Proyek tersebut menurutnya juga merupakan proyek lama yang selalu gagal dalam proses pembangunan.

"Dulu itukan selalu gagal gagal. Bagi saya ini menjadi suatu keharusan karena menyangkut kepentingan masyarakat. Di samping kemacetan yang terjadi di wilayah tersebut," ucapnya.

Ahmad Fuad Rahman yang juga anggota Komisi C menambahkan, sebelum ada pandemi Covid-19, ketiga proyek tersebut sudah terencana.m Alhasil, proyek tersebut tetap berjalan di tengah pandemi.

Fuad juga mendesak agar pemkot menyelesaikan proyek tersebut tepat waktu. Agar nantinya proses pembangunan sesuai perjanjian dengan pihak pengembang. "Kalau memang dikerjakan harus selesai Desember. Kalau belum, harus sesuai konsekuensi yang tertera dikontrak, akan kami panggil pengembangnya," tandasnya. (rifky edgar)

Editor: Deddy Humana
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved