Breaking News:

Citizen Reporter

Warna-Warni Tajin Sobih, Jajanan Tradisional Madura Wajib Dilestarikan 

Keberadaan makanan tradisional saat ini memang perlu dilestarikan. Hal ini untuk menjaga citarasa dan kualitas makanan itu agar tetap terjaga.

Foto: istimewa
Tajin Sobih 

SURYA.co.id | Keberadaan makanan tradisional saat ini memang perlu dilestarikan. Hal ini untuk menjaga citarasa dan kualitas makanan itu agar tetap terjaga.

Biasanya, dari leluhur akan diturunkan kepada keturunannya. Itu yang membuat kekhasan dari makanan itu tetap utuh hingga bertahun-tahun.

Salah satu makanan tradisional yang hingga saat ini terlestarikan adalah jajanan tajin Sobih. Tajin Sobih merupakan nama jajanan tradisional Madura.

Tajin dalam bahasa Madura memiliki arti bubur. Sobih adalah salah satu nama daerah di Kecamatan Burneh, Kabupaten Bangkalan.

Oleh karenanya, jajanan itu diberi nama tajin Sobih karena berasal dari Desa Sobih.

Bubur itu sejak lama dijual dengan cara yang khas yakni dengan keranjang yang disunggi di atas kepala.

Yang selalu membuat menarik, penjualnya menumpukkan keranjang berisi panci-panci berisi bubur dan pelengkapnya di atas kepala. Begitu posisinya sudah tepat, penjualnya bisa berjalan dengan melenggang.

Penjual di Madura memiliki kebiasaan unik itu. Semua beban diletakkan di atas kepala. Ia harus menjaga keseimbangan agar beban tidak jatuh.

Sesekali diperlukan tangan untuk memegang sekadar menyeimbangkan beban.

Buk Muk, salah satu penjual tajin Sobih juga melakukannya. Buk adalah sapaan khas untuk wanita Madura. Ia menyunggi keranjang itu dan menurunkannya jika ada pembeli.

Halaman
12
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved