Breaking News:

Berita Banyuwangi

Telusuri Semangat Sri Tanjung, Aekanu Hariyono Tulis Kisah Sri Tanjung Hidup Kembali dalam 6 Bahasa

Sri Tanjung digambarkan sebagai seorang perempuan yang memiliki paras cantik, sopan, lembut, dan setia.

SURYA.co.id | BANYUWANGI - Bagi masyarakat Banyuwangi, sosok Sri Tanjung tidak hanya sekadar legenda. Tidak hanya menjadi asal muasal nama Banyuwangi, Sri Tanjung menjadi akar semangat budaya bagi masyarakat tanah Blambangan itu.

Sri Tanjung digambarkan sebagai seorang perempuan yang memiliki paras cantik, sopan, lembut, dan setia.

Dia mati dibunuh oleh suaminya, Sidapaksa, karena terbakar cemburu akibat hasutan dan fitnah dari Sang Prabu Sulahadikrama bahwa Sri Tanjung selingkuh.

Sebelum mati, Sri Tanjung mengatakan, apabila darahnya harum (wangi) dia tidak selingkuh.

Sebaliknya, jika darahnya bau busuk, berarti Sri Tanjung seperti yang dituduhkan suaminya itu.

Ternyata, darah Sri Tanjung berbau wangi dan mengalir ke sumur yang menjadi awal nama Banyu (air) Wangi (harum).

Namun, menurut hasil riset Aekanu Hariyono, cerita Sri Tanjung sebenarnya tidak hanya berhenti sampai di sana.

Sidapaksa menyesal atas perbuatannya dan berdoa kepada Tuhan untuk menghidupkan kembali istrinya.

Atas rahmat Tuhan, Sritanjung pun hidup kembali. Ia kemudian bersama suaminya, Sidapaksa, berbalik menyerang Prabu Sulahhadikrama.

Sang raja lalim itu pun berhasil ditumbangkan. Lalu, Sidapaksa dan Sritanjung pun menjadi pemimpin di Kerajaan Sinduraja.

Halaman
12
Penulis: Haorrahman
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved