Berita Malang Raya

Sungai Brantas di Malang Tercemar Klorin karena Penggunaan Disinfektan, Ecoton Sarankan Bangun IPAL

Penelitian Ecoton menunjukkan DAS Brantas Malang tercemar klorin karena penggunaan disinfektan selama masa pandemi Covid-19.

Istimewa
Lembaga Kajian Ekologi dan Konservasi Lahan Basah (Ecoton) saat melakukan uji sampel. 

Laporan Reporter, Aminatus Sofya

SURYA.CO.ID, MALANG - Lembaga pemerhati lingkungan Ecological Observation and Wetlands Conservation (Ecoton), menyarankan pemangku kepentingan membangun Instalasi Pembuangan Air Limbah (IPAL) untuk mengatasi pencemaran klorin di daerah aliran sungai (DAS) Brantas Malang.

Penelitian mereka menunjukkan DAS Brantas Malang tercemar klorin karena penggunaan disinfektan selama masa pandemi Covid-19.

“Disediakan IPAL secara komunal. Apalagi daerah bantaran itu cara pembuangannya itu langsung ya. Jadi belum ada tampungan gitu supaya tersentralisasi,” ucap peneliti Ecoton, Eka Chalara Budiarti, saat dikonfirmasi, Kamis (23/7/2020).

Dia menambahkan pembangunan IPAL itu bisa mencegah warga membuang limbah disinfektan secara langsung ke sungai.

Penelitian Ecoton menyebut kadar klorin di DAS Brantas sebesar 0,15 part per million (ppm). Jumlah itu, lebih tinggi dari ketentuan pemerintah yakni 0,03 ppm.

“Jadi nanti pipa pembuangan di rumah tangga di gorong-gorong nanti akan diteruskan ke tempat pembuangan IPAL itu tadi,” katanya.

Chalara mengungkapkan, bahaya kadar klorin yang tinggi di aliran sungai bisa membahayakan ekosistem dan kesehatan.

Apabila manusia mengonsumsi ikan yang mengandung kadar klorin tinggi, bisa mengakibatkan penyakit seperti kanker kulit.

“Kalau kita konsumsi ikan dari sungai yang kadar klorinnya tentu bahaya. Bisa sampai kanker kulit,” ucap dia.

Halaman
12
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved