Breaking News:

Berita Gresik

Petrokimia Gresik kembali Uji Coba Pupuk Phonska Oca di  20 Hektare Lahan Padi di Banyuwangi

Petrokimia Gresik kembali menguji coba menggunakan pupuk NPK dan organik cair Phonska Oca.

Penulis: Sugiyono | Editor: Parmin
Foto: petrokima untuk surya.co.id
PENYEMPROTAN - Penyemprotan Massal Phonska OCA oleh Petani Banyuwangi, Kamis (23/7/2020). 

SURYA.co.id | GRESIK - Petrokimia Gresik kembali menguji coba menggunakan pupuk NPK dan organik cair Phonska Oca.

Uji coba itu dilakukan dengan penyemprotan massal di lahan padi seluas 20 hektare di Desa Dasri, Kecamatan Tegalsari, Kabupaten Banyuwangi, Kamis (23/7/2020).

Direktur Utama Petrokimia Gresik Rahmad Pribadi mengatakan, penggunaan pupuk Phonska Oca, merupakan upaya Petrokimia Gresik untuk mewujudkan pertanian berkelanjutan melalui peningkatan produktivitas tanaman sekaligus perbaikan kondisi tanah.

Menurutnya, kegiatan ini sangat penting, mengingat data Balai Besar Sumberdaya Lahan Pertanian (BBSDLP) pada 2018 setidaknya 70 persen dari 8 juta hektare lahan sawah di Indonesia kurang sehat.

Sekitar 5 juta hektare lahan sawah memiliki kandungan bahan organik yang rendah.

"Sehingga, untuk memperkuat sektor produksi pertanian dalam negeri di tengah Pandemi Coronavirus disease (Covid-19). Pertanian menjadi salah satu strategi untuk menggenjot produktivitas tanaman pangan di tengah ancaman krisis pangan global," kata Rahmad.

Kondisi ini disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya penggunaan pupuk anorganik dan pestisida yang berlebihan dalam jangka panjang.

Akibatnya, kandungan bahan organik dalam tanah terdekomposisi dan semakin sedikit.

“Untuk itu, kegiatan ini, kami ingin meningkatkan kesadaran petani tentang pentingnya penggunaan pupuk organik Phonska Oca, imbuhnya.

Menurut Rahmad, hasil uji coba di berbagai daerah, Phonska Oca terbukti mampu mendongkrak produktivitas tanaman hortikultura hingga 61 persen.

Hal itu teruji pada tanaman bawang merah di Desa Dadaprejo, Kecamatan Junrejo Kota Batu. Aplikasi Phonska Oca mampu meningkatkan produktivitas sebesar 53,51 persen dengan total panen 22,01ton perhektar. Pada kentang di Kecamatan Bumiaji Kota Batu juga meningkatkan produktivitas hingga 25,37 persen sekitar 16,11 ton perhektar.

Selain itu, Rahmad mengajak para petani di Banyuwangi untuk menerapkan pemupukan berimbang, yaitu perpaduan pupuk organik dan anorganik sesuai dosis yang dianjurkan.

Tujuannya, supaya produktivitas pertanian dapat meningkat dan kelestarian alam tetap terjaga.

"Kami mengajak berbagai pihak untuk bersama-sama mendorong penerapan pupuk organik dan pemupukan berimbang demi keberlanjutan pertanian dan alam semesta," pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved