Breaking News:

Berita Bojonegoro

Kisah Ngatini, Difabel Asal Kabupaten Bojonegoro saat Rintis Usaha Jahit di Tengah Keterbatasannya

Nama usaha itu merupakan singkatan dari namanya Ngatini dan Gunawan, yang tak lain nama suaminya.

surya.co.id/m sudarsono
Ngatini (40), difabel asal Desa Bonorejo, Kecamatan Gayam, Bojonegoro, yang sukses dengan usaha jahitan yang ditekuninya. 

SURYA.CO.ID, BOJONEGORO - Tak mudah untuk meraih kesuksesan bagi setiap orang, terlebih bagi penyandang disabilitas yang penuh keterbatasan.

Namun itu tak membuat Ngatini (40), asal Desa Bonorejo, Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, berkecil hati.

Dia membuktikan jika difabel bisa meraih kesuksesan asal apa yang diinginkan ditekuni betul, meski keterbatasan itu diakuinya menyulitkan dalam melakukan berbagai hal.

Bermodal sepasang alat jahit yang dia terima setelah mendapat pelatihan dasar menjahit di UPT Loka Bina Karya (LBK) Dinsos Bojonegoro pada 2008 silam, kini dia sudah membuka usaha sendiri dan bahkan memiliki pekerja.

Meski hanya mendapat pelatihan 1 bulan pada waktu itu, ilmu yang didapatnya terus diasah dengan ikut usaha jahitan orang lain selama empat tahun.

"Tahun 2008 saya ikut pelatihan 1 bulan di UPT LBK Dinsos, lalu saya keluar dapat mesin jahit dan obras. Setelah itu saya belum berani buka, ikut orang dulu," kenang Ngatini ditemui di rumahnya, Kamis (23/7/2020).

Perempuan yang memiliki keterbatasan untuk berjalan itu mengatakan, setelah bekerja empat tahun ikut orang, baru sekitar 2013 dia memberanikan diri untuk memulai usaha yang dinamai Ngatigun.

Nama usaha itu merupakan singkatan dari namanya Ngatini dan Gunawan, yang tak lain nama suaminya.

Modal yang digunakan untuk membuka usaha jahitan itu terbilang terbatas.

Dia hanya mempunyai uang tabungan Rp 10 juta untuk digunakan membeli sepasang mesin jahit.

Halaman
12
Penulis: M. Sudarsono
Editor: Titis Jati Permata
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved