Breaking News:

Pilwali Surabaya 2020

KIPP Jatim Soroti Kinerja KPU Surabaya Verifikasi Dukungan Bapaslon Independen, Akan Adukan ke DKPP

KIPP Jatim menuding adanya sebuah keteledoran dalam tahapan Pemilu yang dilakukan oleh KPU Kota Surabaya.

SURYA.CO.ID/Yusron Naufal Putra
Ketua KIPP Jatim, Novli Bernado Thyssen saat ditemui usai mendatangi Kantor KPU Kota Surabaya, Kamis (23/7/2020). 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Komite Independen Pemantau Pemilu Jawa Timur (KIPP Jatim) menuding adanya sebuah keteledoran dalam tahapan Pemilu yang dilakukan oleh KPU Kota Surabaya.

Yaitu, proses tahapan verifikasi dukungan bakal pasangan calon perseorangan di Pilwali Surabaya 2020.

Ketua KIPP Jatim, Novli Bernado Thyssen mengatakan, pihaknya melakukan pemantauan dalam proses verifikasi faktual Bapaslon perseorangan dan mendapati ada sekitar 8.157 data dukungan yang bermasalah.

"Harusnya permasalahan-permasalahan terkait dukungan yang bermasalah selesai ditingkat verifikasi administrasi," kata Novli saat ditemui di Kantor KPU Surabaya, Kamis (23/7/2020).

Dia mengatakan, itu lantaran permasalahan yang didapati tersebut berkaitan dengan dukungan ganda berupa nama dan alamat, NIK invalid dan beberapa hal lainnya.

Harusnya, lanjut Novli, ini sudah harus selesai pada saat proses verifikasi administrasi. Tak perlu sampai pada verifikasi faktual.
Sejatinya, verifikasi administrasi itu adalah tahapan pencocokan dan penelitian. Hal itu yang dianggapnya bermasalah.

"Persoalan yang kami beratkan saat ini, adalah di masalah verifikasi administrasi, bagaimana kemudian data-data yang bermasalah ini bisa lolos verifikasi administrasi," tambahnya.

Dia menganggap KPU Surabaya teledor. Dan pihaknya berencana melaporkan hal ini berdasar temuan yang diklaim dilakukan secara sampling di 16 kelurahan itu, pada Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).

Apalagi, dia mengatakan sudah bersurat beberapa waktu lalu kepada KPU Surabaya. Namun surat itu dianggap tak digubris.

Rencananya, tak hanya KPU Surabaya, pihaknya juga bakal melaporkan Bawaslu yang juga dianggap lalai.

Halaman
12
Penulis: Yusron Naufal Putra
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved