Breaking News:

Citizen Reporter

Ketahanan Pangan dengan Budikdamber, Aksi LPPA Wilayah Jatim di Tengah Pandemi

Lembaga Penelitian dan Pengembangan Aisyiyah (LPPA) Wilayah Jawa Timur mengusung gerakan aksi ketahanan pangan keluarga pasca-Covid-19.

Editor: Parmin
Foto: istimewa
Pimpinan Ranting Aisyiyah Kemantren I Kecamatan Tulangan, Kabupaten Sidoarjo, sebagai pilot project kegiatan LPPA. 

SURYA.co.id | Lembaga Penelitian dan Pengembangan Aisyiyah (LPPA) Wilayah Jawa Timur mengusung gerakan aksi ketahanan pangan keluarga pasca-Covid-19 melalui sosialisasi dan pelatihan budidaya ikan dan sayuran dalam ember (budikdamber).

Kegiatan itu diselenggarakan secara terbatas diwakili oleh Pimpinan Ranting Aisyiyah Kemantren I Kecamatan Tulangan, Kabupaten Sidoarjo, sebagai pilot project kegiatan LPPA.

Sosialisasi dan pelatihan bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan pengalaman bagi ibu-ibu khususnya Aisyiyah agar dapat mempraktikkan secara sederhana dalam menyiapkan kebutuhan pangan yang mengandung protein hewani dan sayuran secara sehat tanpa pestisida untuk keluarga. Sosialisasi dan pelatihan diselenggarakan di Sekretariat Pimpinan Ranting Aisyiyah I Desa Kemantren, Perumahan Pesona Sentosa Residens Blok D-19 Modong Kecamatan Tulangan, Minggu (14/5/2020).

Pelatihan diikuti 12 peserta. Mereka diharapkan menularkan ilmunya kepada tetangga dengan tetap mengikuti protokol kesehatan.

Aditya Febri Susanto, alumnus Biologi Universitas PGRI Adi Buana Surabaya dan Putra Bagas Pratama, mahasiswa semester 8 menegaskan, teknologi budikdamber penting diketahui oleh masyarakat untuk membangun cara berpikir sederhana dan tidak ribet dalam menyiapkan pangan secara sehat. Mengingat kondisi tubuh membutuhkan daya imun yang kuat, maka salah satu makanan yang dikonsumsi juga harus sehat secara alami tanpa pestisida.

Secara teknis dan praktis teknologi budikdamber mudah dilakukan oleh siapa saja, dengan menyiapkan media ember sesuai dengan volume yang dikehendaki, bibit lele umur tiga minggu sampai satu bulan, bibit sayuran, pakan ikan, dan air. Mereka menunjukkan cara perawatan dari media yang sudah disediakan, memberi makan lele, menguras, memanen, dan menjual.

“Ikan lele diberi makan dua kali sehari pagi dan sore, seminggu dikuras dua kali. Lele dipanen antara 2-3 bulan sedangkan sayuran dipanen sekitar 14 hari. Itu dapat dijual ke tetangga atau secara online,” tutur Aditya.

Ia juga menjelaskan, pandemi telah banyak mengubah tatanan kehidupan dengan dampak paling kuat adalah masalah ekonomi. Menginisiasi untuk kemandirian pangan dalam rangka mencapai ketahanan pangan menjadi solusi bagi keluarga yang rentan terhadap persoalan ekonomi.

“Manfaat yang didapat dengan mempraktikkan budikdamber di antaranya menyediakan pangan keluarga dengan protein hewani dan sayuran dalam kondisi sehat dan segar, membantu menjaga lingkungan dengan memanfaatkan gelas plastik sebagai media tanam dan sebagai lahan pekarangan,” lanjut Aditya.

Rus Juma’ani, salah satu peserta merasakan banyak manfaat dari pelatihan itu. Ia berharap

bisa mempraktikkan budikdamber dengan benar sehingga mampu menopang ketahanan pangan bagi keluarga.

Suning

Dosen Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Anggota LPPA Pimpinan Wilayah Aisyiyah Jawa Timur

suning@unipasby.ac.id

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved