Berita Malang

Berpolemik dengan Petani Jeruk, Pemdes Selorejo Diminta Kooperatif

Didik terkesan menyayangkan pelaporan oleh Sekretaris BUMDes terhadap 10 petani jeruk ke kepolisian atas tuduhan pencurian.

surya/erwin wicaksono
Ketua DPRD Kabupaten Malang, Didik Gatot Subroto. 

SURYA.CO.ID, MALANG - Perselisihan terkait pemakaian tanah kas desa untuk budidaya jeruk di Desa Selorejo, Kecamatan Dau sejak 2019, ternyata sempat dimediasi oleh Ketua DPRD Kabupaten, Didik Gatot Subroto.

Tetapi polemik berlanjut sampai sekarang, bahkan sampai ada pengerusakan tanaman jeruk yang ditanam petani oleh orang-orang diduga suruhan kepala desa (kades) dan BumDes setempat.

Didik membenarkam, mediasi antara petani jeruk dengan perangkat desa sempat dilakukan pada April 2020 lalu. "Saya sempat menjadi mediator kedua pihak (petani jeruk dan Pemdes Selorejo). Sudah ada kesepakatan, keduanya bisa menyelesaikan masalah," ujar Didik ketika dikonfirmasi, Kamis (23/7/2020).

Hanya, Didik terkesan menyayangkan pelaporan oleh Sekretaris BUMDes terhadap 10 petani jeruk ke kepolisian atas tuduhan pencurian. Karena menurutnya, masalah itu tidak harus diselesaikan di kepolisian.

"Setiap masalah kan tidak harus diselesaikan di kepolisian. Saya berharap bisa diselesaikan melalui perdamaian," tutur Ketua DPC PDIP Kabupaten Malang ini.

Terkait keluhan petani jeruk sulit menemui Pemdes Selorejo, menurut Didik hanya perspektif satu pihak. "Pada waktu itu kita kesana bisa kok, itu kan pandangan sepihak. Kita dudukkan bersama, camat juga. Sepanjang ada niatan bareng, ada kemauan, ya itu bisa diselesaikan," terang Didik.

Didik juga meminta Pemdes Selorejo bersikap kooperatif untuk menyelesaikan masalah ini. "Masyarakat juga harus paham bentuk permasalahannya karena itu tanah kas desa yang harus masuk ke APBDes (anggaran pendapatan dan belanja desa). Pihak desa juga begitu, duduk bareng paling bagus," terang mantan Kepala Desa Tunjungtirto, Singosari ini.

Didik berharap polemik petani jeruk dan Pemdes Selorejo bisa selesai dengan solusi yang adil. "Kami melalui Komisi 1 bisa memfasilitasi. Seyogyanya segala problematika bisa diselesaikan dengan baik," tutur Didik.

Bupati Malang, Muhammad Sanusi malah menegaskan bahwa perumusan solusi atas polemik petani jeruk itu masih berkutat pada pembicaraan. "Sedang dibicarakan solusinya. Nanti bagian pertanahan dan pemdes (Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa akan bertemu," ucap Sanusi.

Sanusi belum mengetahui solusi atas polemik penggunaan tanah kas desa itu. "Mengerucut ke solusi? Saya belum mendapat laporan," terangnya.

Penulis: Erwin Wicaksono
Editor: Deddy Humana
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved