Breaking News:

Puncak Kemarau Diprediksi Agustus, Ini Sejumlah Daerah di Jatim yang Berpoteni Alami Kekeringan

Sejumlah daerah berpotensi mengalami kekeringan di musim kemarau tahun ini. Ini daftarnya

surya.co.id/aflahul abidin
Suplai air bersih ke rumah-rumah warga kekeringan di Trenggalek, beberapa waktu lalu. 

SURYA.CO.ID, MALANG - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) stasiun klimatologi Juanda memprediksi puncak musim kemarau di Jawa Timur jatuh pada Agustus hingga September.
Sejumlah wilayah di provinsi tersebut sudah tidak mengalami hujan.

“Puncaknya Agustus dan September,” ucap prakirawan BMKG Juanda, Rendy Irawadi, Rabu (22/7/2020).

Dia menjelaskan curah hujan dasarian III bulan Juli 2020 di Jatim diperkirakan 0-50 mm dengan peluang sebesar 90 persen lebih.

Saat ini, sejumlah daerah yang telah mengalami hari tanpa hujan adalah Malang, Lamongan, Pasuruan, Bondowoso, Jember, Banyuwangi, Situbondo, Bangkalan, Sampang, Pamekasan, Pacitan, Ponorogo, Ngawi, Madiun dan Magetan.

“Sedangkan daerah yang terpantau masih mengalami hujan dengan kriteria sangat pendek adalah Trenggalek, Tulungagung, Kediri dan Blitar,” kata dia.

Rendy menyebut sejumlah daerah berpotensi mengalami kekeringan di musim kemarau tahun ini.

Daerah-daerah itu diantaranya Kabupaten Bangkalan, Banyuwangi, Blitar, Jember, Jombang, Kediri, dan Lumajang.

Kemudian Malang, Mojokerto, Nganjuk, Ngawi, Pasuruan, Probolinggo, Sampang, Situbondo dan Tulungagung.

Rendy mengimbau masyarakat waspada terhadap potensi kekeringan yang mungkin berdampak terhadap aktivitas pertanian.

“Masyarakat kami imbau waspada terhadap kekeringan yang bisa berdampak di sektor pertanian. Selain itu, juga berdampak pada mudahnya terjadi kebakaran,” tutup Rendy. (Aminatus Sofya)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved