Breaking News:
Grahadi

Pemprov Jatim

Laju Penambahan Kasus Covid-19 di Jawa Timur Terus Melambat, Rate Of Transmission Sudah di Bawah 1

Per hari Rabu (22/7/2020) ini, rate of transmission covid-19 di Jatim sudah di bawah 1, yaitu 0,87.

SURYA.CO.ID/Fatimatuz Zahro
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Rate of transmission atau laju pertambahan kasus baru covid-19 di Jawa Timur jauh melambat. Per hari Rabu (22/7/2020) ini, rate of transmission covid-19 di Jatim sudah di bawah 1, yaitu 0,87.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengatakan bahwa dalam waktu tujuh hari terakhir rate of transmission Jatim sudah terjaga di bawah satu.

“Jika 14 hari lagi ini terjaga, maka rate of transmission Jatim bisa di bawah 0,5. Ini akan menjadi semangat kita semua untuk terus menjaga protokol kesehatan. Karena rate of transmission sendiri adalah laju penambahan kasus doubling tim per dua minggu,” kata Khofifah, Rabu (22/7/2020) pagi.

Lebih lanjut Khofifah mengatakan, bahwa yang berpengaruh besar dalam menurunkan rate of transmission adalah penggunaan masker. Di mana saat ini penggunaan masker bisa menurunkan hingga 60 persen risiko penularan covid-19.

Sedangkan saat ini, berdasarkan survei terbaru dapat dilihat bahwa ada peningkatan untuk tingkat kepatuhan warga masyarakat Jatim dalam menggunakan masker.

Sebagaimana sebelumnya saat Jatim belum giat melakukan intervensi pembagian masker. Total sudah ada 4 juta masker yang dibagikan Forkopimda Jatim ke masyarakat. Sehingga tingkat kepatuhan penggunaan masker di Jatim sudah meningkat.

Semula berdasarkan data dari Persakmi pada tanggal 19-23 Mei 2020, warga Jatim yang tidak menggunakan masker 41-84 persen.

Sedangkan data terbaru survei tanggal 24-26 Juni 2020, tingkat kepatuhan menggunakan masker sudah meningkat.

Misalnya di Surabaya tingkat kepatuhan warga Surabaya membaik dalam menggunakan masker, tinggal 15,68 persen hingga 50,64 persen.

Diharapkan dalam waktu ke depan case tidak bertambah. Jika angka kasus terus berkurang dan tidak ada tambahan baru dan angka kesembuhan tinggi maka pelan dan pasti penderita covid-19 di Jatim akan tereliminasi.

Sementara itu Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol M Fadil Imran mengatakan capaian ini harus dijaga. Saat ini pengendalian penyebaran covid-19 di Jatim sudah on the right track. Namun harus terus dijaga.

Terutama saat ini jelang Lebaran Idul Adha. Dikatakan Kapolda, ada pengalaman saat Idul Fitri. Saat ini sepekan jelang hari raya rate of transmission Jatim juga sudah di bawah satu. Namun kemudian melonjak kembali karena masyarakat banyak yang mudik dan rate of transmission kembali naik.

“Maka kami imbau kembali agar nanti lebaran Idul Adha silaturahminya virtual saja. Agar tidak memicu lonjakan rate of transmission kita,” katanya.

Komitmen untuk taat protokol kesehatan harus terus dijaga. Terlebih saat ini zona merah Jatim sudah tersisa tiga. Yaitu Kota Surabaya, Kabupaten Gresik dan Kota Pasuruan.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved