Breaking News:

Berita Banyuwangi

Dihajar Pandemi, Produk UMKM Banyuwangi Tetap 'Ngebut' Dibantu Rumah Kreatif

produk UMKM dijepret oleh fotografer profesional agar lebih menarik saat dilempat lewat pemasaran digital

surya/haorrahman
Sejumlah produk UMKM dikemas dalam format pemasaran digital di Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan Kabupaten Banyuwangi, Rabu (22/7/2020). 

SURYA.CO.ID, BANYUWANGI - Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai penggerak perekonomian lokal di Banyuwangi, sempat limbung akibat dihantam pandemi Covid-19. Tetapi berkat pendampingan penuh dari fasilitas bernama 'Rumah Kreatif', produk-produk UMKM setempat tetap bisa berpacu dengan mempertajam kualitas kemasan dan model pemasarannya.

Sampai sekarang UMKM diajak bangkit bersama Rumah Kreatif dengan mendapatkan servis lengkap untuk menunjang dan mengakselerasi bisnisnya. Rumah Kreatif di bawah binaan Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan (Dinkopumdag) Banyuwangi terus memfasilitasi dan mendampingi UMKM untuk meningkatkan kualitas desain kemasan, foto produk, dan pemasaran digital secara gratis.

”Meski pandemi, tim desain, tim fotografi,dan tim pemasaran digital yang mendampingi UMKM terus bekerja,” ujar Plt Kepala Dinkopumdag Banyuwangi, Nanin Oktaviantie Rabu (22/7/2020).

Di Banyuwangi, Rumah Kreatif merupakan satu kantor khusus yang memfasilitasi UMKM untuk keperluan tersebut. Lokasinya dibedakan dengan kantor dinas dan pemerintahan, lebih informal sehingga membuat nyaman para pelaku UMKM.

Berbeda dengan kantor pemerintahan umumnya, kantor khusus untuk pengembangan UMKM itu didesain terbuka. Tak banyak meja dan kursi. Yang ada display produk UMKM, laptop-laptop milik desainer khas, dan ruangan fotografi untuk foto produk.

”Semakin banyak UMKM yang memanfaatkan fasilitas ini. Mereka bersemangat untuk bangkit setelah terdampak pandemi,” ujarnya.

Sejumlah produk yang kemasannya dipermak mulai UMKM batik, fashion, sepatu, hijab, tas, kerajinan tangan, peralatan rumah tangga, camilan olahan pangan, minuman tradisional, hingga homestay-homestay rakyat.

Nanin mencontohkan, salah satu desain kemasan yang dipermak adalah UMKM sari temulawak. Dulu, mereka hanya menampilkan tanaman temu lawak polos di kemasannya. Pilihan font juga sembarangan.

”Lalu didesain lebih modern dan menarik. Ujung-ujungnya itu bisa meningkatkan omset, karena bagaimana pun yang dilihat pembeli pertama kali adalah kemasan,” ujarnya.

Demikian pula foto produk, UMKM secara bergiliran mengirim sampel produknya untuk dijepret oleh fotografer profesional yang oleh dinas. ”Semua ornamen seperti bumbu dapur untuk produk makanan, misalnya, difoto sedemikian rupa sehingga lebih menarik,” papar Nanin.

Untuk pendampingan pemasaran digital, sambung Nanin, Pemkab Banyuwangi punya dua program. Pertama, pelatihan secara masal yang melibatkan ribuan orang setiap tahun. Tidak hanya UMKM, pelatihan itu juga diikuti oleh anak-anak muda yang berminat.

Yang kedua, yang lebih intens adalah pendampingan yang digerakkan oleh Dinkopumdag. ”Kami menggandeng Bukalapak, Shopee, dan Tokopedia yang rutin datang ke Banyuwangi untuk melatih UMKM terpilih. Alhamdulillah, banyak yang sukses mendapat order dari seluruh Indonesia,” ujarnya.

Penulis: Haorrahman
Editor: Deddy Humana
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved