Breaking News:

Citizen Reporter

Cara Mendorong Minat Baca Anak, Pusat Studi Literasi Unesa Gelar Sarasehan Literasi

Pusat Studi Literasi Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menggelar Sarasehan Literasi dengan tema “Literasi Berimbang dalam Pembelajaran”.

Foto: istimewa
Ilustrasi mendamping anak belajar membaca. 

SURYA.co.id | Anak memiliki hak untuk mendapatkan pendidikan. Pada masa pandemi Covid-19, anak-anak harus belajar dari rumah. Agar perkembangan literasi anak tetap maksimal, Pusat Studi Literasi Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menggelar Sarasehan Literasi dengan tema “Literasi Berimbang dalam Pembelajaran”.

Menurut Ketua Pusat Literasi Unesa Kisyani, topik ini diangkat karena dunia mengalami perubahan sangat cepat dan dinamis menuju era kebangkitan baru dalam pembelajaran, baik di rumah maupun di sekolah. Kegiatan dalam rangka Pelindungan Anak ini akan digelar 4 seri setiap Sabtu pukul 10.00—12.00 Juni 2020.

Narasumber sarasehan Sabtu (6/6) ini merupakan para penegrak literasi di Unesa. Fafi Inayatillah dan Lies Amin Lestari. Keduanya berbagi tentang cara mendorong anak agar kemampuan berpikirnya terlatih.

Tumbuh kembang anak berbeda-beda. Untuk melejitkan perkembangan literasi membaca pada anak, orang tua dan guru perlu memberikan strategi literasi.

Strategi membaca terpandu digunakan untuk mendampingi anak yang berkemampuan membaca kurang.

Diharapkan, kemampuan membaca anak meningkat dan kemampuan berpikirnya terlatih. Pada awalnya anak belajar membaca selanjutnya mereka membaca untuk belajar banyak hal.

Berkait dengan membaca nyaring, Lies Amin Lestari menegaskan, strategi itu dapat menimbulkan imajinasi dan memberikan dasar terbentuknya pengetahuan yang baik bagi anak.

Ia mengingatkan, orang tua tidak harus menjadi pembaca cerita profesional agar dapat melakukannya.

“Keterampilan ini akan diperoleh melalui praktik yang dilakukan secara berkesinambungan,” kata LIes.

Acara yang didukung Let’s Read The Asia Foundation, Litara Foundation, dan Gerakan Literasi Sekolah itu digelar melaui media Telegram, Zoom, dan YouTube.

Kegiatan itu diikuti 1.454 peserta dari Aceh sampai. Profesi pendaftar bervariasi, mulai dari siswa, mahasiswa, guru, dosen, tentor, kepala sekolah, pengawas, pustakawan, kepala perpustakaan, laboran,tentor, widyaiswara, storyteller, pegiat literasi, praktisi, dan umum.

Fafi Inayatillah
Dosen di Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia
Universitas Negeri Surabaya
fafiinayatillah@unesa.ac.id

Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved