Citizen Reporter

Begini Rasanya Berkuliah Daring, 3 Bulan Mahasiswa STKW Surabaya Belajar di Rumah karena Pandemi

Sabiladin, mahasiswa semester 2 di Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta Surabaya sudah tiga bulan lebih harus belajar dan berkuliah di rumah.

surabaya.tribunnews.com/sulvi sofiana
Ilustrasi perkuliahan online. 

SURYA.co.id | Sabiladin, mahasiswa semester 2 di Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta Surabaya sudah tiga bulan lebih harus belajar dan berkuliah di rumah.

Kampus tempat ia belajar mewajibkan dosen dan mahasiswa untuk belajar dari rumah mengikuti anjuran pemerintah untuk mencegah penularan virus corona.

Sabiladin lebih memilih untuk tetap tinggal di rumah mengikuti arahan pemerintah.

Ia bersama mahasiswa lainnya tetap patuh mengikuti kegiatan pembelajaran daring atau dalam jaringan bersama dosen-dosennya.

Ia juga harus cepat beradaptasi dengan pembelajaran yang berbasis teknologi, terutama ketika akan menggunakan aplikasi pembelajaran jarak jauh yang ada di playstore.

Semua orang harus belajar dan beradaptasi dengan cepat untuk menyiasati perkuliahan tanpa temu muka.

”Pembelajaran online sangat menarik dan mampu membuat antusiasme mahasiswa meningkat untuk belajar. Perkuliahan online merupakan hal yang sangat baru bagi saya. Kegiatan ini memberikan pengalaman yang sangat luar biasa,” ujar Sabiladin, Senin (8/6/2020).

Sama halnya dengan Rifqi yang berasal dari mahasiswa Fakultas Ekonomi Syari’ah, Universitas Semen Gresik. Ia mengaku lebih fleksibel mengikuti kegiatan pembelajaran jarak jauh itu.

”Mau dilakukan malam, siang, atau sore pun bisa,” ujar Rifqi.

Meski demikian, ia juga kadang-kadang merasa bebannya cukup berat. Kadang-kadang ia mengeluh karena banyaknya tugas meskipun ketika perkuliahan temu muka pun mahasiswa tetap akan mendapat banyak tugas.

Halaman
123
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved