Jumat, 1 Mei 2026

Berita Sumenep

Gerbang Keraton Parsanga Yang Rusak Diduga Cagar Budaya

Apakah pilar gerbang keraton parsanga ini masuk cagar budaya, pihaknya belum bisa menyebutkan

Tayang:
Penulis: Ali Hafidz Syahbana | Editor: Deddy Humana
surya/ali syahbana
Ketua Tim Ahli Cagar Budaya Sumenep, Tadjul Arifien R, berikan respon atas kerusakan gerbang bekas Keraton Parsanga, Selasa (21/7/2020). 

SURYA.CO.ID, SUMENEP - Kerusakan pintu gerbang sekaligus pilar Keraton Parsanga Sumenep akibat pengerjaan serampangan Jalan Lingkar Utara Sumenep - Gapura, terus bergulir bak bola liar. Setelah dikecam masyarakat dan disindir Disparbudpora setempat, kerusakan itu juga direspons Tim Ahli Cagar Budaya di Kota Keris.

"Kalau pilar utama yang dirusak, pasti fatal dan pasti warga marah besar," kata Ketua Tim Ahli Cagar Budaya Sumenep, Tadjul Arifien R, Selasa (21/7/2020).

Tadjul menilai, wajar jika warga Desa Parsanga langsung marah dengan pengerusakan pada pilar pintu gerbang bekas Keraton Parsanga tersebut. "Wajar marah, sebab itu kebanggaan masyarakat," katanya.

Untungnya, kata Tadjul, kerusakan akibat proyek pelebaran jalan oleh pihak Dinas PU Bina Marga Sumenep ini tidak sampai merusak pilar utama yang menjulang tinggi.

Setelah ditinjau ke lokasi, ternyata yang dirusak adalah bangunan bagian kuping dari pilar utama pintu gerbang bekas Keraton Parsanga. "Bangunan pada bagian kuping itu sudah pengembangan. Yang diduga masuk cagar budaya itu pilar utama," tuturnya.

Apakah pilar gerbang keraton parsanga ini masuk cagar budaya, pihaknya belum bisa menyebutkan bangunan tersebut sebagai cagar budaya. "Statusnya masih ODCB (Objek Diduga Cagar Budaya)," katanya.

Kenapa masih ODCB, pihaknya mengakui jika Tim Ahli Cagar Budaya Kabupaten Sumenep belum melakukan kajian. Namun katanya, pilar pintu gerbang bekas Keraton Parsanga itu sudah masuk dalam daftar untuk dikaji.

"Dari dinas sudah usulkan pada kami, ini berada urutan ke-182 dari 200 lebih objek yang diduga cagar budaya. Kami perlu mengkaji terlebih dahulu," katanya.

Keinginan warga agar dikembalikan pada wujud bangunan semula, pihaknya juga mendukungnya. "Ya silakan, memang harus dikembalikan dan tetap memperhatikan estetikanya," katanya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved