Berita Malang Raya

Dua Penjambret Mahasiswi Mengaku Baru Sekali Beraksi

Tinggal jauh dari tanah kelahiran dan merantau di Kota Malang, dua warga Kabupaten Bengkulu Selatan mengaku terpaksa menjambret

surya/kukuh kurniawan
Wakapolresta Malang Kota, AKBP Totok Mulyanto Diyono saat menunjukkan kedua tersangka beserta barang bukti. 

SURYA.CO.ID, MALANG - Tinggal jauh dari tanah kelahiran dan merantau di Kota Malang, dua warga Kabupaten Bengkulu Selatan mengaku terpaksa menjambret, Sabtu (18/7/2020) lalu karena terdesak kebutuhan sehari-hati.

Dan ternyata penjambretan HP milik seorang mahasiswi di Jalan Puncak Mandala, Kecamatan Sukun waktu itu, adalah aksi mereka yang pertama kali. Dan keduanya gagal total, setelah dikejar korbannya dengan sepeda motor lalu digebuki warga.

Dalam rilis pers yang dilakukan Polresta Malang Kota, kedua tersangka bernama Gustian Ahmad Pero (23), dan Franta Syaputra (20), warga Kabupaten Bengkulu Selatan.

"Jadi kedua tersangka yang sehari-hari tinggal di Kecamatan Sukun Kota Malang ini beraksi, Sabtu (18/7/2020) sekitar pukul 20.30 WIB. Tersangka melakukan aksinya di Jalan Puncak Mandala, Kecamatan Sukun," ujar Wakapolresta Malang Kota, AKBP Totok Mulyanto Diyono, Selasa (21/7/2020).

Totok menjelaskan, saat itu korban bernama Raisa Ulfa (24), seorang mahasiswi warga Jalan Dewi Kunti, Banjarmasin Timur, yang kos di Jalan MT Haryono, Kota Malang, berkendara motor di lokasi kejadian. "Korban sedang menelepon memakai HP di atas motor. HP korban tipe Samsung A7 diselipkan di helm bagian kiri," tambahnya.

Para tersangka yang melihat hal tersebut langsung memepet motor korban. Salah satu tersangka langsung merampas HP korban. Tersangka yang melarikan diri dikejar oleh korban. Korban pun meneriaki kedua pelaku.

Teriakan korban didengar oleh warga sekitar dan langsung membantu pengejaran. Akhirnya kedua tersangka ditangkap doleh warga sekitar. Kini kedua tersangka harus meringkuk di dalam sel jeruji besi.

"Kedua tersangka kami kenakan Pasal 363 KUHP, dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara. Sementara itu dari keterangan tersangka, mereka nekat menjambret karena terdesak kebutuhan sehari-hari. Dan mereka juga mengaku baru pertama kali melakukan aksinya," tandasnya.

Penulis: Kukuh Kurniawan
Editor: Deddy Humana
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved