BERITA SURABAYA Hari Ini Populer: Risma Dinilai Tak Bisa Tangani Corona dan Pasar Keputran Ditutup

Berita Surabaya populer pertama soal kebijakan Wali Kota Surabaya, Risma dinilai suburkan komersialisasi rapid test.

Penulis: Pipit Maulidiya | Editor: Pipit Maulidiya
Kolase Yusron Naufal Putra/Mayang Esa/TribunJatim.com
BERITA SURABAYA Hari Ini Populer: Risma Dinilai Tak Bisa Tangani Corona dan Pasar Keputran Tutup 

SURYA.CO.ID - Berita Surabaya hari ini populer Selasa (21/7/2020), di antaranya merangkum sejumlah berita Surabaya dan sekitarnya.

Berita Surabaya populer pertama soal kebijakan Walikota Surabaya, Tri Rismaharini dinilai suburkan komersialisasi rapid test.

Diketahui Risma baru saja menyetujui Perwali Nomor 33 tahun 2020, tentang New Normal atau Normal Baru. Di dalamnya dibahasa tentang setiap pekerja luar daerah wajib melakukan Rapid Test.

Padahal hasil rapid test memiliki kesimpangsiuran dan tidak pasti. Kebijakan ini dikritik oleh LBH Surabaya hingga terdapat komentar Pemerintah Kota tak bisa menangani COVID-19.

Selanjutnya kabar Pasar Keputran ditutup mulai hari ini, karena puluhan orang positif Corona atau COVID-19.

Berikut berita Surabaya hari ini populer selengkapnya.

1. Kebijakan Risma Dinilai Suburkan Komersialisasi Rapid Test, Sebelumnya Pekerja Luar Kota Wajib Test

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat melakukan teleconference dengan 200 orang perwakilan takmir dan pengurus Masjid di Surabaya, Kamis (16/7/2020). Risma menyebut bahwa penerapan protokol kesehatan adalah hal yang wajib saat Idul Adha di Surabaya
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat melakukan teleconference dengan 200 orang perwakilan takmir dan pengurus Masjid di Surabaya, Kamis (16/7/2020). Risma menyebut bahwa penerapan protokol kesehatan adalah hal yang wajib saat Idul Adha di Surabaya (surabaya.tribunnews.com/yusron naufal putra)

Kebijakan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini dalam Peraturan Wali Kota (Perwali) 33 Tahun 2020 dinilai menyuburkan komersialisasi rapid test.

Perwali 33 Tahun 2020 itu tentang Pedoman Tatanan Normal Baru pada Kondisi Pandemi Covid-19 di Surabaya.

Khususnya dalam Pasal 12 Ayat (2) huruf f dan Pasal 24 Ayat (2) huruf e.

Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Surabaya menyoroti pasal tersebut pasal tersebut dapat menyuburkan komersialisasi rapid test.

LBH Surabaya menilai syarat rapid test bagi pekerja luar daerah yang bekerja di Surabaya memberatkan buruh dan masyarakat.

Direktur LBH Surabaya Wachid Habibullah mengatakan, kebijakan tersebut hanya menyuburkan komersialisasi, lantaran hasil rapid test dinilai kurang akurat untuk menentukan seseorang bebas dari Covid-19.

Meski bertujuan untuk mencegah terjadinya penularan Covid-18 di Surabaya, aturan ini sangat memberatkan pekerja, terutama buruh dengan penghasilan rendah.

Halaman
1234
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved