Breaking News:

Pilkada Surabaya

104 Ribu Berkas Dukungan Calon Independen di Surabaya Tak Lolos Verifikasi Faktual

jumlah berkas dokumen yang lolos verifikasi baru sejumlah 33.990 berkas. Jumlah tersebut jauh dari syarat minimal dukungan yakni 138.565 berkas

surabaya.tribunnews.com/sofyan arif candra sakti
Bakal Calon Wali Kota Surabaya dan Wakil Wali Kota Surabaya, M Yasin-Gunawan menyerahkan syarat dukungan bakal pasangan calon perseorangan Pilkada Surabaya 2020 ke KPU Surabaya, Jalan Adityawarman, Minggu (23/2/2020). Setelah verifikasi faktual, ada 104 ribu berkas dukungan yang dinyatakan tak memenuhi syarat 

SURYA.co.id, SURABAYA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Surabaya telah merampungkan verifikasi faktual bakal pasangan calon Wali Kota dari jalur non partai (perseorangan/independen). Hasilnya, tak semua berkas dukungan pasangan perseorangan, M Yasin - Gunawan lolos verifikasi.

Berdasarkan penjelasan Komisioner KPU Surabaya, Soeprayitno, jumlah berkas dokumen yang lolos verifikasi baru sejumlah 33.990 berkas. Jumlah tersebut jauh dari syarat minimal dukungan yang mencapai 138.565 berkas dukungan.

"Dengan kata lain, ada kekurangan 104.575 dukungan," kata Soeprayitno kepada Surya.co.id ketika dikonfirmasi di Surabaya, Selasa (21/7/2020).

Besarnya angka yang tak lolos verifikasi tersebut disebabkan beberapa hal. Pertama, tim pemenangan bapaslon tak dapat menunjukkan personal sang pemberi dukungan.

"Kami tak bisa menemui pendukungnya di lapangan. Sehingga, kami langsung berkoordinasi dengan LO (Liaison Officer/relawan) bapaslon," katanya.

Ketika pendukung tak bisa ditemui oleh petugas KPU, maka ada beberapa langkah lanjutan. Pertama, petugas meminta LO untuk mengajak pendukung bertemu di suatu tempat sesuai perjanjian.

Apabila masih tak bisa bertemu, maka LO harus menghadirkan di sekretariat PPS (kantor kelurahan). Mekanisme terakhir, bisa melalui virtual dengan video conference atau WhatsApp.

"KPU tidak arogan dengan langsung menolak berkas dukungan namun ada beberapa mekanisme yang bisa dilakukan bapaslon. Sayangnya bapaslon pada akhirnya tetap tak bisa mendatangkan pendukung," katanya.

Mengutip penjelasan LO, Soeprayitno menyebut pendukung tidak bisa dihadirkan karena alasan pandemi Covid-19. Menanggapi alasan tersebut, Soeprayitno menegaskan bahwa petugas telah dibekali mekanisme protokol kesehatan cukup ketat.

"Para petugas memakai Alat Pelindung Diri mulai dari masker, face shield, hingga dilengkapi hand sanitizer. Bukan hanya menjaga kesehatan petugas namun juga menjamin keselamatan masyarakat yang didatangi," terangnya.

Masalah lainnya, alamat pendukung yang tak lengkap. Sehingga, petugas tak menemui alamat yang bersangkutan. "Hanya disampaikan kelurahan tanpa menyebutkan detail jalan, misalnya," katanya.

Atas kekurangan tersebut, maka bapaslon diberi waktu untuk memperbaiki berkas dukungan. Namun, ada sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi untuk perbaikan.

Pertama, waktu penyerahan berkas dukungan dilaksanakan pada 25-27 Juli 2020. Kedua, jumlah yang diberikan harus dia kali lipat dari kekurangan berkas.

Syarat lainnya, berkas dukungan harus berbeda dengan berkas yang diserahkan sebelumnya. "Sehingga, bapaslon di Surabaya harus menyerahkan 209.150 berkas dukungan pada masa perbaikan mendatang," pungkasnya. 

Penulis: Bobby Constantine Koloway
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved