Breaking News:

Persebaya Surabaya

Soal Lanjutan Kompetisi di Tengah Pandemi, Presiden Klub Persebaya: Jangan Samakan Kompetisi Eropa

Presiden Klub Persebaya Surabaya Azrul Ananda menyebut belum tentu kondisi ideal di luar negeri, sama dengan yang ada di Indonesia.

foto: persebaya untuk surya.co.id
Presiden Klub Persebaya Surabaya, Azrul Ananda dalam sebuah kesempatan. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Soal lanjutan kompetisi Liga 1 di tengah pandemi, Presiden Klub Persebaya, Azrul Ananda, minta tidak menyamakan dengan kompetisi di Eropa yang telah digulirkan kembali.

Azrul menyebut belum tentu kondisi ideal di luar negeri, sama dengan yang ada di Indonesia.

Ia lalu mencontohkan soal regulasi. Meski PT Liga Indonesia Baru (LIB), sudah memutuskan kompetisi musim ini akan dilanjutkan pada 1 Oktober mendatang, tetapi hingga saat  belum mengatur secara detail regulasi tersebut.

PT LIB telah mengeluarkan surat bernomor 244/LIB-COR/VII/2020 sebagai payung aturan untuk melanjutkan kompetisi 2020.

"Kalau melihat liga di Eropa, selain menghadapinya, juga menggunakan untuk menata tahun-tahun berikutnya," kata Azrul Ananda saat diwawancara Surya.co.id, Senin (20/7/2020).

Dijelaskannya, regulasi di Eropa di desain, selain upaya menyelesaikan kompetisi dengan baik, juga memikirkan situasi tahun berikutnya.

Jalannya kompetisi musim ini tidak sampai mengubah konsistensi kompetisi tahun depan.

"Misal memikirkan beban klub menjadi lebih baik, di tata ulang fundamentalnya," jelas Azrul.

Berbanding terbalik dengan kondisi di Indonesia, dimana setelah PT LIB memutuskan Liga 1 musim ini tanpa degradasi, Liga 2 akan ada dua tim promosi, sehingga dipastikan peserta Liga 1 tahun depan bertambah dan mengubah sistem.

"Yang saya khawatirkan sekarang, ini bilang akan jalan, tanpa menyebutkan dan bahkan belum punya detailnya," ujar Azrul.

"Sedangkan tahun depannya masih lebih tidak jelas lagi, itu yang kami khawatirkan," tambahnya.

Azrul menandaskan, jika memang liganya bermasalah, ia meminta dipikirkan bersama bagaimana liganya tidak bermasalah.

Bukan membuat keputusan terburu-buru tanpa memikirkan dampak lainnya yang akan ditimbulkan secara matang.

"Jangan sampai liga ini mau masuk jurang, klub-klub ikut diseret masuk semua, ini yang kami khawatirkan," pungkasnya.

Video terkait:

Penulis: Khairul Amin
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved