Sabtu, 2 Mei 2026

Polisi Bongkar Makam Takmir Masjid

Misteri Jasad Takmir Masjid di Gresik Ada Bercak Darah di Badan dan Kepala, Polisi Bongkar Makam

Jasad seorang takmir masjid di Kabupaten Gresik yang terdapat bercak darah di badan dan kepala penuh misteri.

Tayang:
Penulis: Willy Abraham | Editor: Iksan Fauzi
SURYA.co.id/Willy Abraham
Petugas saat melakukan proses otopsi di makam seorang takmir masjid di Desa Serah, Kecamatan Panceng, Gresik, Senin (20/7/2020). 

SURYA.co.id | GRESIK - Jasad seorang takmir masjid di Kabupaten Gresik yang terdapat bercak darah di badan dan kepala penuh misteri.

Untuk itu, Senin (20/7/2020) sekitar pukul 09.00 WIB hingga 12.00 WIB, polisi membongkar makam takmir bernama Askuri di Desa Serah, Kecamatan Panceng, Kabupaten Gresik.

Pembongkaran tersebut untuk melakukan autopsi terhadap jasad Askuri karena dianggap meninggal secara tak wajar.

Diketahui, Askuri tinggal seorang diri.

Adi, adik kandungnya yang mengetahui pertama kali dia meninggal pada Senin, 13 Juli 2020 sekitar pukul 07.30 WIB.

Saat itu, Askuri meninggal dalam kondisi bersimbah darah. 

Ada bercak darah di badan dan kepala. 

 Lalu, pada 16 Juli 2020, keluarga Askuri melaporkan kepada aparat kepolisian.

Hari ini, Tim Forensik Polda Jatim turun tangan melakukan autopsi terhadap jasad Askuri.

Diduga meninggalnya pria berusia 76 tahun ini tidak wajar.

Proses autopsi berjalan tertutup.

Area makam desa setempat diberi garis polisi.

Tenda biru berada tepat disamping makam Askuri untuk tempat polisi melakukan pemeriksaan.

Makam askuri yang berada di tengah area makam dikelilingi kain berwarna biru.

Hal ini membuat warga penasaran, mereka duduk di makam melihat proses autopsi dari jauh.

Kapolsek Panceng, AKP Daeng Jannah belum bisa berbicara banyak.

Karena autopsi dilakukan tertutup dan dilakukan langsung oleh tim Forensik dari Polda Jatim.

"Hasilnya belum, masih menunggu otopsi dari Polda," kata dia, Senin (20/7/2020).

Diketahui proses autopsi jenazah takmir masjid ini berlangsung lama.

Setelah autopsi selesai sekitar pukul 12.00 WIB, selanjutnya, jenazah Askuri kembali dikubur di lokasi yang sama.

Kepala Desa Serah, Abdul Said berharap agar kejadian ini bisa terungkap yang sebenar-benarnya.

Almarhum dikenal sebagai tokoh masyarakat.

"Semoga setelah otopsi ini bisa ada titik terang penyebab kematian dari pak Askuri.

Karena meninggalnya ini ada kejanggalan.

Orangnya tidak sakit tapi meninggal dengan kondisi bersimbah darah di kasur dan lantai rumah," pungkasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved