Grahadi

Pemprov Jatim

Khofifah Siap Bantu Subsidi Impor Indukan Sapi Bibit Unggul untuk Peningkatan Produksi Susu di Jatim

Gubernur Khofifah akan memberikan subsidi untuk penyediaan sapi indukan guna meningkatkan produksi susu di Jawa Timur.

Humas Pemprov Jatim
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa saat meninjau peternakan sapi perah milik Koperasi Peternakan Sapi Perah (KPSP) Setia Kawan yang ada di Nongkojajar, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan, Minggu (19/7/2020). 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa akan memberikan subsidi untuk penyediaan sapi indukan guna meningkatkan produksi susu di Jawa Timur.

Dalam hal ini, pihaknya akan mengajak tim dari Koperasi Peternakan Sapi Perah (KPSP) Setia Kawan yang ada di Nongkojajar, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan, guna mulai menghitung kebutuhan sapi indukan untuk dimasukkan dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) dan RAPBD Provinsi Jatim 2021.

"Oleh karena itu, saya minta tim dari KPSP Setia Kawan ini ikut membantu menghitung kebutuhannya berapa. Karena kami kebetulan sedang menyusun RKP untuk APBD 2021, sehingga subsidi yang harus diberikan oleh Pemprov Jatim berapa, mungkin juga dari pusat berapa, supaya bisa kami masukkan dalam APBD tahun 2021," kata Khofifah, Senin (20/7/2020) pagi.

Menurutnya, bantuan untuk penyediaan indukan sapi tersebut seiring dengan permintaan pengurus KPSP Setia Kawan Nongkojajar Pasuruan, saat disambangi kemarin.

Saat ini, tambah Khofifah, 6.100 petani dan peternak di koperasi tersebut, juga 33 koperasi sapi perah di Jatim, membutuhkan indukan berkualitas untuk memperbaiki genetik sapi indukan yang nantinya melahirkan betina-betina penghasil susu yang berkualitas.

Kebutuhan indukan tersebut masih harus di impor, seperti dari Australia ataupun New Zealand. Dengan harapan nantinya subsidi dari pemerintah bisa meringankan beban peternak.

Pemprov Jatim, dikatakan Khofifah, siap untuk memberikan sokongan subsidi untuk biaya angkutnya, karantina dan mekanisme prosedur administratifnya. Sehingga harga yang harus dibayar peternak akan lebih murah.

Menurut hitungan kasar dari peternak KPSP, kebutuhan sapi indukan mencapai 8.000 ekor. Itu untuk 33 koperasi sapi perah di Jawa Timur, demi memperbaiki genetik dan kualitas produksi susu Jatim ke depan.

Dukungan untuk koperasi harus dilakukan. Terlebih koperasi seperti KPSP di Nongkojajar terbukti telah survive dan mampu menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi di tengah pandemi.

"Saya melihat peluang bisnis dan keberlangsungan koperasi ini sangat strategis. Usahanya dari hulu hingga hilir ada. Kalau kata saya, ini sudah korporasi. Mereka juga sudah melakukan diferensiasi produk olahan susu. Seperti permen susu, kerupuk susu dan minuman susu dengan berbagai varian rasa. Ini inovasi yang luar biasa," tandas Khofifah.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved