Breaking News:

Berita Jember

Gerakan Jember Bermasker, Faida Minta Pengawas Memantau Kedisiplinan Warga Dalam Bermasker

Dalam Gerakan Jember Bermasker, Bupati Jember, Faida meminta para pengawas semakin ketat memantau kedisiplinan warga dalam terapkan protokol kesehatan

Penulis: Sri Wahyunik | Editor: Eben Haezer Panca
surabaya.tribunnews.com/sri wahyunik
Bupati Jember, Faida dan Komandan Kodim 0824 Jember, Letkol Inf La Ode M Nurdin ketika memberikan pengarahan kepada pengawas protokol kesehatan dan keselamatan Covid-19 Kabupaten Jember di Pendapa Wahyawibhawagraha, Jember, Senin (20/7/2020) 

SURYA.co.id | JEMBER- Gerakan Jember Bermasker menjadi salah satu upaya pemutusan mata rantai penyebaran Covid-19 di Kabupaten Jember. Melalui gerakan ini pula, masyarakat Jember diminta beradaptasi dengan kebiasaan baru hidup di masa pandemi Covid-19.

Hal ini ditegaskan oleh Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 yang juga Bupati Jember, Faida, Senin (20/7/2020).

Faida menegaskan tentang gerakan wajib bermasker ini ketika menggelar apel dengan pengawas protokol keselamatan di masa pandemi Covid-19 dari sejumlah unsur instansi di Kabupaten Jember yakni Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Perhubungan, Polres Jember, juga Kodim 0824 Jember.

Kepada para pengawas tersebut, Faida meminta mereka mengawasi kedisiplinan masyarakat dalam bermasker.

"Karena saat ini masker bukan lagi sunah, tetapi wajib. Kita semua harus mengevaluasi kondisi penyebaran Covid-19 di Kabupaten Jember, karena mulai semalam sudah oranye lagi, juga ada kecamatan yang merah. Karenanya, kita harus disiplin dan bekerja secara tegas, tidak pakai kekerasan tetapi tegas, termasuk tegas dalam pemakaian masker," ujar Faida.

Dia meminta kepada para pengawas tersebut untuk tidak lelah, dan tidak lengah dalam bekerja. Faida meminta para pengawas protokol keselamatan dari Covid-19 itu untuk berbagi tugas di wilayah masing-masing.

"Dalam evaluasi penatalaksanaan pasien Covid-19 juga ada yang berubah, seperti penamaan. Tetapi dari sisi protokol penanganan tidak berubah. Karenanya, perlu ada sosialisasi secara perlahan dan humanis supaya tidak ada guncangan di masyarakat," tegas Faida.

Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Jember, ujar Faida, mengikuti penyebutan baru terhadap status pasien Covid-19, maupun orang yang ditengarai terpapar Virus Corona, sesuai dengan aturan dari Gugus Tugas Nasional.

Seperti contoh, istilah untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP) kini berganti menjadi suspek. Sedangkan yang dulunya termasuk dalam kelompok orang tanpa gejala, atau orang dalam pemantauan, kini istilahnya menjadi kontak erat. Sementara kasus positif disebut dengan istilah kasus konfirmasi.

Sementara itu, Letkol Inf La Ode M Nurdin, Komandan Kodim 0824 Jember yang juga salah satu Wakil Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jember menambahkan, Kabupaten Jember selama 16 hari berada di zona kuning, namun kini kembali ke zona oranye.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved