Breaking News:

Berita Jawa Timur

BPS: Akhir Triwulan 1 2020, Jumlah Penduduk Miskin di Jawa Timur Naik, Mencapai 4.419,10 Ribu Jiwa

Bulan Maret 2020, BPS Jatim mencatat bahwa total jumlah penduduk miskin di Jatim telah mencapai di angka 4.419,10 ribu jiwa (11,09 persen).

SURYA.co.id/Fikri Firmansyah
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, Dadang Hardiwan. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Pada akhir triwulan 1 2020 atau bulan Maret 2020, tercatat oleh Badan Pusat Statistik Jawa Timur (BPS Jatim), bahwa total jumlah penduduk miskin di Jatim telah mencapai di angka 4.419,10 ribu jiwa (11,09 persen).

Angka itu sendiri bertambah sebesar 363,1 ribu jiwa, dibandingkan dengan kondisi September 2019 yang sebesar 4.056,00 ribu jiwa (10,20 persen).

Hal tersebut dikatakan langsung oleh Kepala BPS Provinsi Jawa Timur, Dadang Hardiwan.

"Total jumlah penduduk miskin di Jawa Timur pada Maret 2020 telah mencapai 4.419,10 ribu jiwa atau bertambah sebesar 363,1 ribu jiwa, jika dibandingkan dengan kondisi September 2019," kata Dadang kepada SURYA.CO.ID, Senin (20/7/2020).

Ia menerangkan, dari total jumlah penduduk miskin di Jawa Timur yang mencapai 4.419,10 ribu jiwa itu, disumbang dari persentase penduduk miskin di daerah perkotaan pada September 2019 sebesar 6,77 persen naik menjadi 7,89 persen pada Maret 2020.

Sementara persentase penduduk miskin di daerah perdesaan pada September 2019 sebesar 14,16 persen naik menjadi 14,77 persen pada Maret 2020.

"Jadi selama periode September 2019 - Maret 2020, jumlah penduduk miskin di daerah perkotaan naik sebanyak 244,0 ribu jiwa (dari 1.438,15 ribu jiwa pada September 2019 menjadi 1.682,14 ribu jiwa pada Maret 2020)," ujarnya.

Sedangkan, masih kata Dadang, di daerah perdesaan naik sebanyak 119,1 ribu jiwa (dari 2.617,85 ribu jiwa pada September 2019 menjadi 2.736,97 ribu jiwa pada Maret 2020).

Ditanyai faktor penyebab naiknya persentase penduduk miskin di Jawa Timur selama periode September 2019 – Maret 2020, ia mengatakan karena peran inflasi umum yang tercatat sebesar 1,36 persen dan juga beberapa komoditi makanan mengalami perubahan indeks harga konsumen (IHK).

"Sejumlah faktor yang terkait dengan kenaikan persentase penduduk miskin di Jawa Timur selama periode September 2019-Maret 2020, antara lain adalah selama periode September 2019-Maret 2020 terjadi inflasi umum sebesar 1,36 persen dan juga peranan komoditi makanan terhadap Garis Kemiskinan jauh lebih besar dibandingkan peranan komoditi bukan makanan," jelasnya.

Ia menambahkan, sumbangan Garis Kemiskinan Makanan terhadap Garis Kemiskinan pada Maret 2020 tercatat sebesar 74,97 persen, sedikit meningkat dibandingkan dengan kondisi September 2019 yaitu sebesar 74,91 persen.

"Adapun berdasarkan komoditas makanan, beberapa komoditas yang secara persentase memberikan kontribusi yang cukup besar pada garis kemiskinan makanan baik di wilayah perdesaan maupun perkotaan yaitu beras, rokok kretek filter, telur ayam ras, gula pasir, daging ayam ras, tempe, tahu, mie instan, kopi dan bawang merah," tutupnya.

Penulis: Fikri Firmansyah
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved