Berita Trenggalek

1.550 PPDP Lakukan Coklit Data Pemilih Pilbup Trenggalek 2020

KPU Trenggalek menggelar pencocokan dan penelitian (Coklit) data pemilih untuk Pilbup Trenggalek 2020 pada 9 Desember mendatang.

Penulis: Aflahul Abidin | Editor: Cak Sur
SURYA.CO.ID/Aflahul Abidin
Petugas KPU melakukan proses Coklit di rumah dinas Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, Senin (20/7/2020). 

SURYA.CO.ID, TRENGGALEK  - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Trenggalek menggelar pencocokan dan penelitian (Coklit) data pemilih untuk Pilbup Trenggalek 2020 pada 9 Desember mendatang.

Senin (20/7/2020) ini, petugas pemutakhiran data pemilih (PPDP) mendatangi rumah dinas Bupati Trenggalek untuk melakukan Coklit.

Ketua KPU Kabupaten Trenggalek, Gembong Derita Hadi mengatakan jumlah petugas PPDP untuk proses Coklit ini sebanyak 1.550 orang.

Satu petugas, lanjut dia, bertugas mendatangi tiap keluarga di setiap rumah untuk satu wilayah Tempat Pemungutan Suara (TPS).

"PPDP ini akan mendatangi KK (Kartu Keluarga) per KK. Satu rumah bisanya ada dua KK atau lebih," kata Gembong, Senin (20/7/2020).

Di tengah pandemi Covid-19, proses Coklit berlangsung dengan pemenuhan protokol kesehatan.

Para petugas menggunakan alat pelindung diri lengkap seperti masker, face shield, dan lain sebagainya.

Mereka juga menjalani tes cepat Covid-19 atau rapid test untuk meminimalisir adanya risiko penyebaran virus Corona.

Gembong mengatakan, petugas akan mencocokkan data para calon pemilih dengan berkas kependudukan.

"Dikroscek, bahwa data yang ada sesuai tidak dengan KTP dan KK. Apabila kurang pas, akan dibenarkan. Apabila ditemui meninggal, dicoret. Menjadi anggota TNI Polri juga akan dicoret. Jika ada yang tak masuk data tapi punya KTP dan KK, akan dimasukkan sebagai pemilih baru," sambung Gembong.

Data yang didapat dari proses Coklit, kata dia, bakal bawa untuk mengurus proses daftar pemilih sementara. Hingga akhirnya nanti ditetapkan menjadi daftar pemilih tetap.

Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin berharap, proses Coklit akan membuat daftar pemilih lebih akurat.

"Perlu konfirmasi ulang karena kemungkinan ada yang pindah alamat. Ada asumsi penambahan pemilih pemula baru karena pilkada berpindah dari September ke Desember," sambung Mas Ipin, sapaan akrabnya.

Seperti yang tertuang dalam PKPU terbaru, proses Coklit yang dimulai sejak 15 Juli lalu akan berlangsung hingga 13 Agustus 2020.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved