Breaking News:

Berita Malang Raya Jawa Timur

Tetapkan Skala Prioritas, Pandemi Ancam Pencapaian RPJMD Kab Malang

Rasionalisasi menyasar anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) yang direalokasikan untuk kegiatan pencegahan dan penanggulangan Covid-19.

surya/erwin wicaksono
Pj Sekretaris Daerah Kabupaten Malang, Wahyu Hidayat 

SURYA.CO.ID, MALANG - Situasi pandemi ditengarai jadi biang keladi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Pemerintah Kabupaten Malang 2016-2021 terancam tak berjalan mulus.

"Karena kondisi pandemi saat ini, tolak ukur kami guna mencapai target RPJMD menjadi sulit. Pasalnya ada program prioritas yang sudah dianggarkan dan kegiatannya disiapkan, namun harus dirasionalisasi,” ujar Pj Sekretaris Daerah Kabupaten Malang, Wahyu Hidayat ketika dikonfirmasi, Minggu (19/7/2020).

Rasionalisasi itu menyasar anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) yang direalokasikan untuk kegiatan pencegahan dan penanggulangan Covid-19. "Pada 2021 mendatang kami berharap walau tidak tercapai penuh, tetapi mendekati target,” ujar Wahyu.

Akedemisi asal ITN Malang ini menyadari pandemi terkasuk force majeure alias kondisi darurat. Langkah selanjutnya, Wahyu akan membicarakannya dengan DPRD Kabupaten Malang. "Kondisi force majeure yaitu bencana non-alam juga sudah diatur undang-undang,” tutur Wahyu.

Sementara Kepala Badan Perencanaan Pembangunan daerah (Bappeda) Kabupaten Malang, Tomie Herawanto menuturkan, Pemkab Malang sejatinya masih memiliki pekerjaan rumah dalam peningkatan pariwisata, penurunan angka kemiskinan, dan daya dukung lingkungan hidup.

Beberapa rencana itu masuk dalam tiga strategi utama Pemkab Malang. "Misalnya tiga strategi saja, seperti kunjungan wisatawan sudah menurun. Lalu kemiskinan juga naik, faktornya banyak yang di-PHK. Namun pada lingkungan hidup saya kira masih aman tutur Tomie.

Solusi yang mencuat adalah dengan menyeleksi kegiatan mengacu pada skala prioritas. Beberapa wacana pembangunan yang sempat digaungkan oleh Pemkab Malang adalah pembangunan jalan tembus alun-alun Kepanjen dan mal pelayanan terpadu Kepanjen.

“Kami coba penuhi tetapi dengan menggunakan pola padat karya tunai atau bagaimana. Yang jelas dampak Covid-19 ini masih akan berdampak pada keuangan kami pada 2021 mendatang,” beber Tomie.

Penulis: Erwin Wicaksono
Editor: Deddy Humana
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved