Berita Kota Batu

Soal Gaji ke-13 Para ASN, Wali Kota Batu Berharap ASN Bisa Memahami Kondisi Negara di Tengah Pandemi

Wali kota Batu, Dewanti Rumpoko berharap agar para ASN memahami bahwa gaji ke-13 belum tentu ada karena kondisi keuangan negara sedang tak baik

Benni Indo
Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko 

SURYA.co.id | BATU – Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko berharap para Aparatur Sipil Negara (ASN) bisa memahami kondisi keuangan negara yang tengah sulit di masa pandemi seperti saat ini. Hal itu dikatakan Dewanti ketika ditanya terkait tentang gaji-13 untuk para ASN.

“Apakah masih bisa dan Inshaallah ASN sangat memahami itu. Gaji ke-13 itu kan istilahnya bonus, ketika negara sedang dalam kondisi memprihatinkan secara ekonomi, ya ASN lah utamanya yang harus prihatin,” ujar Dewanti.

Dewanti menjelaskan, Pemerintah Kota Batu menunggu kebijakan dari Kementerian Keuangan. Ketika Kementerian Keuangan membolehkan dan ada acuan, maka Pemkot Batu akan menyesuaikan.

“Sekarang tergantung dari keuangan nasional. Alokasi gaji ke-13, saya tidak tahu besarannya,” tegas Dewanti.

Kota Batu melalui Badan Keuangan Daerah (BKD) belum mendapatkan petunjuk pelaksanaan dan teknis terkait gaji ke-13 untuk para (ASN). Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Batu, M Chori mengatakan hingga saat ini tidak ada pemberitahuan dari pemerintah pusat.

Diterangkan Chori, penyaluran gaji ke-13 untuk seluruh ASN bersumber dari APBD. Hanya saja juklak dan juknisnya harus mengikuti aturan dari pemerintah pusat yang hingga kini belum terbit.

"Kami masih menunggu petunjuk dari pemerintah pusat untuk eksekusi pencairannya. Untuk menentukan besarannya pula," kata Chori.

Chori menjelaskan, aturan dari pemerintah pusat untuk menghitung besaran gaji ke-13 yang akan diterima ASN. Dalam peraturan tersebut, biasanya diterangkan indikator sejumlah komponen, antara lain gaji pokok, tunjangan kinerja dan tunjangan melekat.

"Tunjangan melekat pada abdi negara antara lain tunjangan suami/istri, tunjangan anak, tunjangan beras, tunjangan jabatan, tunjangan makan, dan tunjangan lain," imbuh dia.

Ada 3.273 ASN di lingkungan Pemkot Batu. Pada 2019 lalu, Pemkot Batu menyalurkan Rp 13 miliar untuk gaji ke-13.

Awal bulan ini, Chori menerangkan, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Batu pada triwulan kedua 2020 mencapai 28.36 persen. Perolehan tersebut jauh dari capaian target sebenarnya akibat dampak pandemi Covid-19 yang melanda Kota Batu. PAD ada triwulan kedua ini masih mencapai 28,36 persen atau Rp 58,7 miliar dari target Rp 207 miliar.

Chori menyampaikan dampak pandemi Covid-19 sejak Maret hingga Juni begitu signifikan. Pasalnya hampir separuh target PAD Kota Batu yang ditopang dari sektor pajak dan retribusi di bidang pariwisata terganggu. Selama pandemi, sektor hiburan dan pariwisata harus tutup.

"Apalagi Pemkot Batu juga menerapkan pembebasan retribusi pasar, kebersihan, hingga pembebasan tarif retribusi PDAM,"kata Chori beberapa waktu lalu.

PAD Batu pada 2020 diprediksi akan berkurang sampai 40 persen atau Rp 80,8 miliar. Kini, Pemkot Batu tengah berupaya menghidupkan kembali gairah dunia usaha di Kota Batu untuk menstabilkan kondisi perekonomian.

"Penurunan target tersebut bukan jadi masalah. Tapi bagaimana Pemkot Batu mengerek dunia usaha agar kembali pulih seperti sebelumnya," kata Chori. 

Penulis: Benni Indo
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved