Breaking News:

Otomotif

Auto 2000 Optimistis Bisa Meningkatkan Penjualan Mobil Toyota di Jatim Setelah Drop Karena Pandemi

Penjualan mobil Toyota di jaringan dealer Auto 2000 di Jatim terdampak covid-19. Di semester 2 tahun ini, mereka yakin bisa bangkit kembali

surya.co.id/wiwit purwanto
Unit New Agya yang dipamerkan di Auto 2000 Kertajaya, Surabaya, Kamis (19/03/2020). Auto 2000 yakin di semester 2 tahun ini bisa mendongkrak penjualan yang sempat drop akibat pandemi covid-19 

SURYA.co.id | SURABAYA - Penjualan mobil Toyota di jaringan dealer Auto 2000 di wilayah Jawa Timur (Jatim) selama semeter I tahun 2020, mengalami penurunan hingga 46,5 persen dibandingkan dengan rata-rata penjualan di tahun 2019.

Operation Manager Auto2000 Jatim, Judianto menyebut penurunan itu adalah imbas dari pandemi covid 19 yang mulai mewabah di bulan Maret 2020.

"Dampak pandemi Covid-19 memang sangat dirasakan dunia usaha. Termasuk sektor otomotif nasional," kata Judianto, usai virtual Sales Auto 2000, Sabtu (18/7/2020).

Lebih lanjut, Judianto menyebutkan, secara target di semester I ini, meski ada pandemi, pihaknya masih bisa mempertahankan capaian hingga 65 persen.

Hal ini tak lepas dari upaya Auto 2000 yang kemudian melakukan penjualan secara online atau virtual.

Selanjutnya, memasuki semester 2 /2020, Judianto memprediksi, penjualan akan mengalami kenaikan sebesar 18 persen - 20 persen.

"Hal itu melihat penjualan yang mulai membaik di bulan Juli 2020 ini dan kami optimis di kuartal 4 mendatang, penjualan akan normal kembali," ungkap Judianto.

Untuk strateginya, Auto 2000 menggunakan strategi penjualan secara online. Saat ini, penjualan dengan metode online memang yang paling bisa diandalkan untuk dapat memenuhi keinginan pasar.

"Namun masih banyak pelanggan yang lebih suka untuk melakukan transaksi secara offline atau bertemu langsung karena dianggap lebih yakin dan pasti," jelas Judianto.

Diakuinya, penjualan secara online memang masih memberi kontribusi sekitar 8-10 persen dari total SPK (Surat Pemesanan Kendaraan) selama satu bulan.

"Misalnya, contoh nih, SPK dalam 1 bulan mencapai 1.000. Dari jumlah itu, sekitar 80 - 100 SPK dari dari event sales online," tandas Judianto.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved