Breaking News:
Grahadi

Pemprov Jatim

Rumah Sakit Rujukan Covid-19 Jawa Timur Bertambah Jadi 127 dengan Jumlah 5.328 Bed Isolasi

Jika sebelumnya ada sebanyak 99 rumah sakit rujukan covid-19 di Jawa Timur, kini jumlah tersebut meningkat menjadi 127 rumah sakit.

SURYA.CO.ID/Fatimatuz Zahro
Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jawa Timur, dr Joni Wahyuhadi. 

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Seiring dengan pengembangan one gate referral system dalam penanganan kuratif covid-19 di Jawa Timur, turut diikuti dengan penambahan jumlah rumah (RS) sakit rujukan.

Jika sebelumnya ada sebanyak 99 RS rujukan covid-19 di Jawa Timur, kini jumlah tersebut meningkat menjadi 127 RS.

Dengan adanya penambahan RS rujukan covid-19 Jatim ini, jumlah bed isolasi pasien juga naik menjadi 5.328 bed.

“Jumlah tersebut belum RS Darurat Lapangan di Indrapura ya. Kalau di RS darurat bed isolasinya sudah 300-an,” kata Ketua Rumpun Kuratif Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jawa Timur, dr Joni Wahyuhadi, Sabtu (20/7/2020).

Dari jumlah 127 RS rujukan covid-19 di Jawa Timur tersebut, dikatakan Joni yang memiliki ventilator dengan tekanan negatif ada sebanyak 268 bed.

Kemudian untuk ruang isolasi khusus bertekanan negatif tanpa ventilator ada sebanyak 2.290.

Sedangkan untuk ruang isolasi khusus biasa tidak bertekanan negatif dan tidak ada ventilator ada sebanyak 2.770 bed.

“Karena kami sudah menggunakan sistem rujukan satu pintu, maka distribusi pasien terjaga. Sistem rujukan pasien berdasarkan kebutuhan dan karakteristik gejala dan juga kebutuhan spesifik dari pasien. Dengan begitu distribusi bisa tepat sasaran dan juga tidak ada penumpukan pasien di satu rumah sakit,” tegas Joni.

Untuk rumah RS Darurat Lapangan Indrapura, dikatakan Joni, saat ini sudah merawat 605 pasien. Pasien yang sembuh sudah mencapai 487 pasien. Dan yang tengah dirawat ada sebanyak 111 orang pasien. Sampai saat ini tidak ada pasien yang dirawat meninggal dunia.

Dari distribusi pasien yang dirawat di RS Darurat Lapangan, sebanyak 64,1 persen adalah warga Surabaya. Kemudian dari Sidoarjo sebanyak 121 pasien dan dari Gresik sehanyak 44 pasien.

RS Darurat Lapangan Indrapura, dikatakan Joni, secara efektif mampu meringankan beban perawatan di Surabaya Raya. Sehingga tren kesembuhan pasien di Jatim, khususnya di Surabaya Raya meningkat pesat.

“Penambahan rumah sakit rujukan covid-19 terus kami dorong. Sebentar lagi juga akan bertambah lagi di Gresik. Pelayanan kuratif kami terus tingkatkan baik secara kuantitatif maupun kualitatif sehingga penanganan pada pasien covid-19 bisa lebih baik,” tegas Joni.

Salah satu bukti bahwa managemen kuratif penanganan covid-19 Jatim membaik, adalah terus melonjaknya jumlah pasien sembuh.

Bahkan saat ini jumlah pasien covid-19 kumulatif yang dinyatakan sembuh yaitu 8.313, telah melebihi jumlah pasien covid-19 yang dalam perawatan.

“Ini suatu gambaran bahwa ada progres dari mangenen penanganan covid-19 di Jatim dan ini sangat berarti,” kata Joni.

Penulis: Fatimatuz Zahro
Editor: Cak Sur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved