BERITA SURABAYA Hari Ini Populer: Makam untuk Corona Penuh? Ini Kata Staf Risma, Bapak Nikahi Bocah

Berita Surabaya populer pertama, beredar kabar pemakaman pasien meninggal akibat Virus Corona atau COVID-19 penuh.

Penulis: Pipit Maulidiya | Editor: Pipit Maulidiya
Kolase SURYA.co.id-Zaimul Haq/Istimewa
BERITA SURABAYA Hari Ini Populer: Makam untuk Corona Penuh? Ini Kata Staf Risma, Modin Nikahi Bocah 

SURYA.CO.ID - Berita Surabaya hari ini populer Sabtu (18/7/2020), di antaranya merangkum sejumlah berita Surabaya dan sekitarnya.

Berita Surabaya populer pertama, beredar kabar pemakaman pasien meninggal akibat Virus Corona atau COVID-19 penuh.

Berikut tanggapan staf Walikota Risma, Tri Rismaharini.

Selanjutnya kabar pengakuan Modin di Kabupaten Gresik, yang telah menikahi bocah, selisih pernikahan 43 tahun dengan mahar Rp 50 ribu.

Berikut berita Surabaya hari ini populer selengkapnya.

1. Beredar Kabar Makam Khusus Korban Covid-19 di Surabaya Hampir Penuh, Ini Fakta yang Diungkap Pemkot

Foto ilustrasi pemakaman jenazah pasien positif COVID-19, terlihat petugas menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap
Foto ilustrasi pemakaman jenazah pasien positif COVID-19, terlihat petugas menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap (surya.co.id/ahmad zaimul haq)

Pemkot Surabaya membantah adanya kabar yang menyebut hampir penuhnya lahan makam khusus korban Covid-19 di Kota Surabaya.

Sebab, dari dua lahan makam yang disediakan, saat ini baru terpakai sekitar seperempat dari total perkiraan kapasitas.

Sebelumnya Pemkot Surabaya menyediakan dua lokasi pemakaman khusus di dua lokasi yang berbeda, yakni di TPU Keputih dan TPU Babat Jerawat Surabaya.

"Kami sudah komunikasi dengan DKRTH, tidak begitu (penuh)," kata Kepala Bagian Humas Pemkot Surabaya, Febriadhitya Prajatara, Jumat (17/7/2020).

Di dua makam yang disediakan khusus korban Covid-19 itu diperkirakan bisa menampung hingga 7000 makam. Di mana di TPU Keputih lahan yang disediakan sekitar 1,8 hektare. Sementara di TPU Babat Jerawat sekitar 900 meter persegi.

Penentuan dua lokasi itu, disebut telah seusai dengan beberapa ketentuan. Di antaranya, berpedoman pada UU Nomor 4 Tentang Wabah Penyakit Menular, serta UU Nomor 6 Tahun 2018 Tentang Kekarantinaan Kesehatan.

Selain itu pula berdasarkan Surat Edaran (SE) Dirjen P2P Nomor 483 Tahun 2020 Tentang Revisi ke-2 Pedoman Kesiapsiagaan Menghadapi Infeksi Covid-19.

Pemkot Surabaya mengaku tak ingin lahan yang disediakan itu penuh. Artinya, sedapat mungkin kasus kematian di Surabaya tidak bertambah.

Halaman
1234
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved