Breaking News:

Berita Pasuruan

Pria Pasuruan Ketahuan Mencuri Sepeda Tetangga Usai Posting di Media Sosial

Dalam pemeriksaan terungkap jika dirinya pernah melakukan pencurian di Sukorejo, dan korbannya membuat laporan kepolisian.

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Titis Jati Permata
surya.co.id/galih lintartika
Kapolsek Sukorejo Akhmad Shukiyanto dan tersangka pencurian. 

SURYA.CO.ID, PASURUAN - Gara-gara posting foto sepeda hasil pencurian di media sosial, kedok Munir Mulyono (34) warga Desa Tanjungarum, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan terbongkar.

Munir Mulyono kini mendekam di sel tahanan Polsek Sukorejo.

Dia dicokok polisi di rumah pamanya, Rabu (15/7/2020) malam.

Saat dicokok, Munir sedang tertidur di ruang tamu rumah pamannya.

Kapolsek Sukorejo AKP Akhmad Shukiyanto menjelaskan, tersangka ini adalah buronan kasus pencurian.

Sebab, dalam pemeriksaan terungkap jika dirinya pernah melakukan pencurian di Sukorejo, dan korbannya membuat laporan kepolisian.

"Di Sukorejo ada dua tkp, itu mencuri laptop dan hp. Sedangkan, ia juga mengaku pernah mencuri di Prigen. Parahnya lagi, dia juga pernah ditahan kasus pencurian di tahun 2005 di Polsek Sukorejo. Sepertinya dia memang pencuri sejak lama," kata Kapolsek.

Kapolsek menjelaskan, kedok tersangka terbongkar, setelah memposting sepeda hasil pencurian di rumah Suparlan (43), tetanga satu desa.

Saat itu, tersangka berhasil menggasak satu unit HP, playstation dan sepeda milik korban.

"Ternyata, tersangka menjual sepeda itu di Facebook. Kebetulan korban mengetahuinya, korban lapor polisi dan kami langsung bergerak mengamankan tersangka. Di hadapan polisi, tersangka mengakui perbuatannya itu," sambung dia.

Menurut Kapolsek, tersangka masuk ke rumah korban ini dengan cara melompat pagar.

Dia merusak kunci pintu rumah korban dengan kapak. Tersangka merazia semua barang-barang yang ada di rumah korban.

"Kasus ini sedang kami kembangkan, barangkali masih ada tkp lainnya. Tersangka akan kami jerat dengan pasal pencurian dengan pemberatan," sambung pria yang pernah menjabat sebagai Kapolsek Nongkojajar ini.

Sementara ini, kata Kapolsek, pengakuan tersangka melakukan perbuatannya karena butuh uang untuk mencukupi kebutuhan.

"Selama pandemi COVID-19 ini, tersangka sudah tidak pernah mendapatkan penghasilan lagi. Ia tidak memilki pekerjaan tetap alias serabutan," pungkas dia.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved