Breaking News:

Berita Malang Raya

Pemkab Malang Siapkan Rp 7,7 Miliar untuk Akses TNBTS

Ini kerjasama pertama di antara tiga daerah lain yang juga membawahi administratif TNBTS. Seperti Kabupaten Lumajang, Pasuruan, dan Probolinggo,

surya/erwin wicaksono
Pemkab Malang sepakat menjalin kerjasama dengan Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Kerjasama berupa pembangunan infrastruktur jalan, Rabu (15/7/2020). 

SURYA.CO.ID, MALANG - Pemkab Malang sepakat menjalin kerjasama dengan Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) dalam pembangunan infrastruktur jalan, Rabu (15/7/2020). Kepala Balai Besar TNBTS, John Kenedie berharap, pembangunan akses jalan tersebut bisa memudahkan mobilitas warga Desa Ngadas dan masyarakat Suku Tengger.

Pembangunan jalan tersebut juga digadang-gadang memberi manfaat daerah lain, dalam segi aksesibilitas. "Ini kerjasama pertama di antara tiga daerah lain yang juga membawahi administratif TNBTS. Seperti Kabupaten Lumajang, Pasuruan, dan Probolinggo," ungkap John.

John juga ingin agar pemda bisa memfasilitasi pengadaan rambu lalu lintas. "Kami berharap pemda juga membantu pengadaan rambu lalu lintas, papan peringatan dan tempat istirahat. Karena rata-rata dalam satu bulan terjadi 20 sampai 30 kali kasus kecelakaan di sepanjang jalur TNBTS,” beber John.

Pengadaan itu dirasa punya urgensi penting, karena menyangkut keselamatan pengguna jalan. "Seperti halnya disepanjang jalur Coban Trisula sampai ke Jemplang,” tuturnya.

John menerangkan, fasilitas ini demi memanjakan pengunjung TNBTS dalam segi kenyamanan dan keamanan. "Bisa mengurangi resiko kecelakaan, dan kami berharap agar kenyamanan wisatawan menuju Bromo semakin terjamin," tutur John.

SementaraKepala DPUBM Kabupaten Malang, Romdhoni menerangkan, pembangunan jalan tersebut memakai anggaran y tahun anggaran 2020, sebesar Rp 7,7 miliar. “Perjanjian kerjasama pekerjaan ini akan dilaksanakan selama 10 tahun dan terus dievaluasi tiap tahunnya,” tutur Romdhoni.

Panjang jalan yang digarap sepanjang 10,1 kilometer di kawasan TNBTS area Jemplang, Poncokusumo. Pembangunan jalan itu sejatinya dimulai sejak Bulan Februari lalu. Pemkab Malang menargetkan jalan di TNBTS bisa tuntas pada Oktober mendatang.

“Prioritas sekarang adalah supaya kendaraan yang berpapasan di arah yang berlawanan bisa lewat dengan aman,” ungkap Romdhoni.

Di sisi lain, Bupati Malang, Muhammad Sanusi senang dengan pembangunan tersebut. Karena dapat memberi dampak positif pada perekonomian masyarakat Desa Ngadas. "Akses jalan itu bisa mempermudah warga Tengger dan daerah lain," beber Sanusi.

Ketika wabah Corona berakhir nanti, Sanusi yakin ekonomi dari sektor wisata di TNBTS kembali tumbuh. “Saat ini sudah ada 60 homestay yang dikelola oleh warga setempat. Saat new normal dimulai dan wisatawan sudah berdatangan, maka roda perekonomian warga di sektor wisata akan kembali bergerak,” harap Sanusi.

Penulis: Erwin Wicaksono
Editor: Deddy Humana
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved