Breaking News:

Berita Malang Raya

Maksimalkan Potensi Lokal, Kemiskinan di Kab Malang Diprediksi Terus Menurun

Bahkan Sanusi menyebut, ekonomi di 33 kecamatan bakal bertumbuh alias tidak mengalami penurunan.

surya/erwin wicaksono
Suasana Rapat Paripurna di Gedung DPRD Kabupaten Malang, Kamis (16/7). 

SURYA.CO.ID, MALANG - Dampak dari wabah Covid-19 begitu luas, sehingga melumpuhkan hampir semua sendiri perekonomian. Tetapi Bupati Malang, Muhammad Sanusi memprediksi bahwa angka kemiskinan di wilayahnya akan terus menurun berkat upaya memaksimalkan semua potensi lokal untuk menyerap pengangguran.

Dengan cara itu, Sanusi yakin angka kemiskinan akan terus turun meski sedang dilanda Covid-19. "Soal angka kemiskinan, perkiraan saya tetap menurun," ujar Sanusi usai rapat paripurna di Gedung DPRD Kabupaten Malang, Kamis (16/7/2020).

Bahkan Sanusi menyebut, ekonomi di 33 kecamatan bakal bertumbuh alias tidak mengalami penurunan. "Dengan pertumbuhan ekonomi yang bagus. Saya pernah berdiskusi dengan pengamat ekonomi, di satu tempat itu justru ada kenaikan 11,4 persen. Jadi tidak minus," tutur Sanusi.

Eks politisi PKB ini menjelaskan, banyak cara yang bisa dilakukan guna mendongrak pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Malang. "Seperti pada sektor pertanian padi dari 8 ton bisa 15 ton produktifitas panennya," beber pengusaha tebu asal Gondanglegi itu.

Selain pertanian, sektor perikanan juga bisa digenjot harga jualnya. Sanusi menuturkan, harga ikan bisa tinggi. "Dari perikanan, ikan yang harganya Rp 20.000 nanti kita carikan harga Rp 50.000. Itu sudah ada yang mau beli," jelasnya.

Sehingga kesimpulannya, seluruh potensi daerah yang ada bisa (dioptimalkan) untuk membuka peluang para pekerja agar tidak terperosok jurang pengangguran. "Pertama, menciptakan lapangan kerja dengan mengoptimalkan potensi daerah agar bisa optimal," ungkap Sanusi.

Di sisi lain, Sanusi memberi saran agar Laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPJ) terus dilakukan evaluasi. "LPKJ banyak yang harus dievaluasi. Baik yang jadi catatan juga," terangnya.

Salah satu yang harus dievaluasi adalah Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa) dan Dana Alokasi Khusus (DAK). "Itu karena turunnya DAK di akhir tahun. Dialihkan ke kegiatan sesuai peruntukannya. Tapi tetap pada program yang sama," ujar Sanusi.

Penulis: Erwin Wicaksono
Editor: Deddy Humana
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved