Breaking News:

Berita Jawa Timur Madiun

Bisnis Reptil Milik Ocha Malah Bersinar selama Pandemi

Ocha malah sudah hobi memelihara ular sekitar tahun 2013, sebelum kemudian menjadikannya bisnis.

Penulis: Rahadian Bagus | Editor: Deddy Humana
surya/rahardian bagus p
Kristiana Rosa atau Ocha berpose dengan seekor iguana peliharaannya di rumahnya Jalan Wira Bumi no 63 , Kelurahan Winongo, kecamatan Mangujarjo, Kota Madiun, Kamis (16/7/2020). Ocha menerjuni usaha yang tidak biasa, yaitu penangkaran reptil. 

SURYA.CO.ID, MADIUN - Tidak bisa keluar rumah karena takut ketularan Covid-19? Gampang, pelihara saja Iguana atau ular. Kesibukan memelihara hewan kesayangan bisa menjadi peluang bisnis di masa krisis sekarang.

Tengok yang dilakukan Kristiana Rosa (25) atau akrab disapa Ocha. Berawal dari kecintaannya memelihara reptil dan hewan melata, Ocha, akhirnya menekuninya sebagai peluang usaha dan bisnis yang tidak biasa.

Meski tidak banyak perempuan yang kuat berhadapan dengan reptil, Ocha bisa melawan arus bahkan berhasil mengembangbiakan iguana jenis red dan green. Ocha malah mengaku sudah hobi memelihara ular sekitar tahun 2013, sebelum kemudian menjadikannya bisnis.

"Saya suka pelihara reptil sejak tujuh tahun yang lalu, awalnya meelihara (ular) carpet phyton," kata perempuan cantik itu saat ditemui di rumahnya di Jalan Wira Bumi no 63 , Kelurahan Winongo, kecamatan Mangujarjo, Kota Madiun, Kamis (16/7/2020).

Ibu satu anak ini kemudian mencoba mengembangbiakan iguana jenis red dan green pada 2018. Dengan modal sekitar Rp 12 juta, ia membeli empat ekor iguana, masing-masing tiga betina dan satu jantan.

Dari tiga indukan tersebut, Ocha mulai mengepakkan sayap bisnisnya. Awalnya ia tak menyangka pada tahun pertama ia sudah bisa panen atau mendapatkan hasil. "Sebenarnya pada tahun prrtama tidak berpikiran panen. Alhamdulillah ternak saya bisa bertelur 140 butir, dan yang menetas 110 ekor," tutur perempuan bertato ini.

Dari 110 ekor iguana yang berhasil ditetaskan, kini tinggal 26 ekor. Dan kini dalam sebulan, ia bisa menjual delapan hingga 10 ekor iguana.

Karena sekarang era digital sehingga transaksi tidak wajib bertemu antara penjual dan pembeli, Ocha memaksimalkan pemasaran iguananya melalui media sosial (medsos). Dari posting produknya di medsos itu, ia bisa menjaring banyak pembeli, tidak hanya dari Kota Madiun namun juga dari berbagai kota.

Untuk harga jual, seekor iguana red bisa laku antara Rp 500.000 hingga Rp 2 juta, sedangakan iguana green dijual Rp 300.000 Rp 500.000 per ekor.

Ocha mengatakan, iguana banyak dicari para penggemar reptil karena mudah perawatannya. Hewan melata ini cukup diberi pakan sayur-sayuran. "Perawatannya gampang, pagi disemprot, dimandikan, kemudian dijemur. Pakannya sayur-sayuran, tetapi nggak boleh makan kol dan bayam," kata Ocha.

Ia membagi tips, bahwa Iguana hanya bertelur sekali dalam setahun. Pada saat bertelur, iguana harus mendapatkan perhatian khusus. "Kalau pas bertelur harus ditungguin, jangan sampai telurnya pecah, harus segera dipindah di inkubator," ujarnya.

Ocha menambahkan pada masa pandemi Corona saat ini, penjualannya justru mengalami peningkatan. Banyak yang orang terpaksa beraktifitas di rumah, sehingga banyak yang ingin memelihara iguana. Jika biasanya dalam sebulan ia bisa menjual delapan hingga 10 ekor iguana, namun selama pandemi malah meningkat antara 10 hingga 15 ekor per bulan.

"Saat pandemi malah permintaan pembeli meningkat, mungkin karena mereka banyak tinggal di rumah, jadi mencoba cari kesibukan atau hobi," katanya sambil tertawa.

Saat ini ia mengaku mencoba mengembangkan bisnisnya dengan mengembangbiakan kadal jenis Gecko.

Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved