Breaking News:

Berita Ekonomi Bisnis

Semester I 2020 Penjualan Otomotif Drop, Target Indospring Tahun ini Turun Jadi Segini

Penurunan penjualan otomotif di tahun 2019 dan berlanjut di tahun 2020 ini memberi imbas pada industri komponen kendaraan bermotor, PT Indospring Tbk.

Foto: Indospring
Salah satu pekerja saat melakukan kegiatan pembuatan pegas di PT Indospring Tbk, sebagai bagian dari komponen otomotif. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Penurunan penjualan otomotif di tahun 2019 dan berlanjut di tahun 2020 ini memberi imbas pada industri komponen kendaraan bermotor, PT Indospring Tbk.

Bila di tahun 2019 lalu terimbas pelaksanaan pemilihan presiden (pilpres) di semester I, tahun ini semester yang sama, terimbas dampak Covid 19.

"Sementara penyebab lainnya adalah daya beli konsumen dan harga komoditas seperti batu bara, sawit, dan karet yang turun," kata Ikawati Nurhadi, Direktur Utama PT Indospring Tbk saat Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) secara virtual, Rabu (15/7/2020).

Lebih lanjut, Ikawati menyebutkan, proyeksi Gaikindo terhadap penjualan kendaraan tahun ini yang hanya 600.000 unit atau turun dibandingkan proyeksi sebelum pandemi, yang mencapai 1,1 juta unit.

Industri otomotif memang diperkirakan mengalami kontraksi atas penurunan penjualan mobil dan motor di tahun ini karena dipengaruhi oleh dampak Covid-19.

Karena itu, Indospring di tahun ini memasang target penjualan hanya Rp 1,5 triliun atau turun 29 persen dibandingkan realisasi 2019.

Sementara di kuartal I tahun 2020 tercatat penjualan perseroan Rp 528 miliar atau turun 7,8 persen dibandingkan kuartal I/2019.

Hingga akhir tahun laba bersih perseroan ditargetkan bisa mencapai Rp 42 miliar atau turun 58 persen dibanding 2019.

Agar kinerja tetap terjaga, perseroan melakukan pengendalian yang ketat terhadap persediaan bahan baku yang disesuaikan dengan merosotnya proyeksi penjualan, tetapi tetap mengantisipasi pemulihan bisnis mendatang.

“Selain itu, kami juga melakukan pembatasan ketat terhadap pembiayaan investasi, efisiensi biaya produksi dan operasi,” jelas Ikawati.
Selain itu, pihaknya juga berupaya mencari terobosan baru di pasar ekspor, termasuk mengintensifikasikan pasar lokal serta menjajaki pengembangan bisnis baru.

“Semua ini harus terus kami lakukan sebagai upaya mempertahankan kelangsungan hidup perseroan,” ungkap Ikawati.

Laporan kinerja di tahun 2019, Indospring mencatat penjualan Rp 2,1 triliun atau turun 12,9 persen dibandingkan 2018.

Begitu juga kinerja laba bruto tahun lalu Rp310 miliar atau turun 14 persen dibandingkan 2018, dan laba bersih setelah pajak yakni Rp101 miliar atau turun 8,3 persen.

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved