Breaking News:

Berita Malang Raya

Pedagang Sambat, Harga Hewan Kurban Justru Turun

Sapi potong atau sapi belangan turunnya menjadi Rp 16 juta padahal tahun sebelumnya mencapai Rp 20 juta.

surya/erwin wicaksono
Suasana perdagangan sapi di Pasar Hewan Singosari, Kabupaten Malang. Pedagang hewan belum merasakan panen menjelang Idul Adha. 

SURYA.CO.ID, MALANG - Ketika pedagang ternak di Lamongan sepakat menaikkan harga hewan kurban menjelang Idul Adha, tidak demikian dengan rekan sejawatnya di Kabupaten Malang. Para pedagang sapi di Pasar Hewan Singosari malah mengeluh saat ini harga hewan kurban malah turun menjelang Idhul Adha 1441 Hijriyah.

Merosotnya harga sapi itu, menurut beberapa pedagang, terutama karena masih mewabahnya COvid-19, juga karena sejauh ini pembeli belum ramai. "Saat sedang ada Corona jadi harga turun, Untuk sapi jenis limosin misalnya, turunnya lumayan besar. Biasanya dihargai Rp 30 juta, sedangkan saat ini Rp 27 juta," tutur Pengelola Pasar Hewan Singosari, Yunus saat dihubungi, Rabu (15/7/2020).

Yunus menambahkan, penurunan harga juga dikeluhkan para pedagang sapi potong. Jenis sapi yang populer disebut sapi belangan ini dibanderol Rp 16 juta. "Sapi potong atau sapi belangan turunnya menjadi Rp 16 juta padahal tahun sebelumnya mencapai Rp 20 juta," tutur Yunus.

Meski harga sapi mengalami penurunan, nyatanya tidak selaras dengan naiknya penjualan. "Meski harga turun dan tidak terjual cepat dibandingkan dulu, masih ada yang beli," ucap Yunus.

Di sisi lain, Pasar Hewan Singosari masih kesulitan menerapkan physical distancing kepada para pedagang dan pembeli. Bahkan petugas Pasar Hewan Singosari, Ahmad Rozak menerangkan, pedagang tersebut menggunakan masker sebatas formalitas saja.

Alhasil, imbauan physical distancing di pasar yang terletak di Desa Dengkol itu sulit diterapkan. "Mayoritas memang sudah pakai masker tapi kadang cuma formalitas Jadi kesadarannya kurang. Memang kalau protokol kesehatan ini tidak dibarengi kesadaran para penjualnya," bener Rozak.

Rozak menambahkan, pihaknya membutuhkan tambahan thermogun atau alat pengecek suhu. Karena jumlah thermogun di Pasar Singosari masih minim. "Pengecekan suhu kadang tidak ada karena alatnya dipakai pasar sebelah dan cuma ada dua unit, Dulu sering dipakai tetapi karena jumlahnya sedikit dan gantian ya gak efektif tutur Rozak.

Penulis: Erwin Wicaksono
Editor: Deddy Humana
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved