Rabu, 8 April 2026

Berita Lamongan Jawa Timur

Diberi Jarak, Sekarang Jalan di Lamongan Berasa Grid MotoGP

Bukan untuk menggelar balapan yang mempopulerkan Valentino Rossi, melainkan jalan di beberapa perempatan lampu merah itu dicat untuk menjaga jarak

Penulis: Hanif Manshuri | Editor: Deddy Humana
surya/hanif manshuri
Anggota Forkopimda Lamongan bersiap dengan motor masing-masing di atas marka jalan yang diberi jarak dalam penerapan physical distancing untuk pengguna kendaraan bermotor, Rabu (15/7/2020). 

SURYA.CO.ID, LAMONGAN - Beberapa ruas jalan di Lamongan Kota sekarang akan terasa seperti grid start balapan internasional MotoGP bagi pemakai kendaraan roda dua. Bukan untuk menggelar balapan yang mempopulerkan nama Valentino Rossi, melainkan jalan di beberapa perempatan lampu merah itu sengaja dicat untuk menjaga jarak antar pengendara.

Pengecatan jalan di depan lampu merah dengan jarak terukur itu, sebagai upaya mendisiplinkan masyarakat menuju kehidupan normal baru di Lamongan. Marka jalan menjadi target physical distancing, seperti di simpang empat Family dan alun-alun, Rabu (15/7/2020).

Desain garis start motoGP yang tercetak di aspal ituberupa garis putih berbentuk setengah kotak dengan jarak masing-masing satu meter. Dengan kendaraan roda dua di barisan depan sedangkan mobil dibelakangnya.

"Tujuan pembuatan traffic light atau rambu jalan ala Moto GP ini adalah untuk pengguna jalan, agar menjaga jarak saat berhenti di lampu merah," kata Kapolres Lamongan, AKBP Harun saat melaunching Marka Physical Distancing bersama Bupati Lamongan, Fadeli, Dandim Lamongan Letkol Infantri Sidik Wiyono dan Sekda Yuhronur Efendi di Simpang Empat Alun-alun.

Harun menambahkan, marka jalan ala Moto GP ini untuk menghindari penyebaran virus Covid-19 dan agar pengguna jalan selalu mematuhi protokol kesehatan.

"Diharapkan pembatas atau rambu physical distancing ini bisa mencegah penyebaran virus Covid-19 saat berkendara di masa penerapan New Normal di wilayah Lamongan," ujar Harun.

Kasatlantas Polres Lamongan, AKP Danu Anindhito Kuncoro Putro menjelaskan, upaya ini demi tertibnya pengendara di jalan. Dan untuk mendukung masa transisi ini, pihaknya terus berupaya mengurangi potensi terjadinya kerumunan masyarakat, di traffic light pun diakukan.

"Salah satunya dengan mencoba membuat satu rekayasa, membuat barrier pembatas atau marka jalan sebagai ploting tempat motor-motor yang antre di traffic light. Kami buat semenarik mungkin bisa dibilang seperti start motoGP," ungkap Dhanu

Danu menjelaskan, penerapan marka physical distancing ini ibarat petugas lalu lintas. Pasalnya, sudah diberikan marka jalan di mana kendaraan harus berhenti ketika sedang lampu merah. Penerapan marka physical distancing ini seperti halnya penganti petugas-petugas lalu lintas, sehingga masyarakat diharapkan lebih disiplin dengan adanya marka ini.

Sementara Bupati Lamongan yang juga Ketua TGPP Lamongan, Fadeli mengungkapkan, berbagai upaya terus dilakukan untuk mendisiplinkan masyarakat, selain disiplin memakai masker, mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer serta menjaga jarak.

"Hari ini kita melaunching marka physical distancing untuk mendisiplinkan para pengendara motor maupun mobil saat berhenti di traffic light dengan tetap menjaga jarak aman," ungkap Fadeli.

Sumber: Surya
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved