Breaking News:

Lifestyle

Adaptasi Tatanan Baru, Ibu-ibu Surabaya kembali Berlatih Line Dance dengan Protokol Kesehatan 

Kumpulan ibu ini berlatih line dance dengan menerapkan protokol kesehatan dengan menjaga jarak antar anggota dan memakai masker dan face shield.

surya.co.id/nur ika anisa
Ibu-ibu kembali berlatih line dance dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat di Garden Palace, Grand City Surabaya, Selasa (14/7/2020). 

SURYA.co.id |SURABAYA - Berlenggak lenggok bak dancer muda yang pentas di atas panggung, Komunitas Street Salsa Surabaya kembali berlatih bersama setelah vakum lebih dari tiga bulan akibat pandemi Covid 19. 

Kumpulan ibu ini berlatih line dance dengan menerapkan protokol kesehatan dengan menjaga jarak antar anggota dan memakai masker dan face shield.

Kusnanik, Trainner Komunitas Line Dance mengatakan, latihan line dance pertama kali dilakukan di mada adaptasi tatanan baru ini berbeda dari latihan sebelumnya dengan membatasai peserta latihan. 

“Biasanya latihan line dance diikuti oleh 90 peserta dan saat ini untuk menerapkan protokol kesehatan kami batasi hanya 25 peserta saja,” ungkapnya Grand Palace, Grand City Surabaya, Selasa (14/7/2020). 

Puluhan ibu-ibu rumah tangga tampak kompak menari sesuai alunan musik dengan durasi satu setengah jam, sebagai alternatif kegiatan di tengah pandemi. 

Berbeda dengan salsa, line dance merupakan salah satu dance yang gerakannya hampir sama dengan dansa. Hanya saja yang membedakan jika dansa berpasangan sedangkan line dance dilakukan secara berbaris. 

Serta gerakan- gerakannya cukup beragam perpaduan gerakan caca, jave, rimba, wols, dan bluess. 

“jadi line dance itu tidak seperti salsa melainkan lebih ke dansa cuma ini berbaris, dan gerakan tidak terlalu susah karena mayoritas yang ikut ibu-ibu jadi tidak terlalu menguras tenaga,"imbunya. 

Meski berlatih satu minggu sekali di masa pandemi dan harus mematuhi protokol kesehatan salah satunya menggunakan masker.

Menurut salah satu anggota line dance Marsya Ayu, warga Kapas Krampung ini mengatakan cukup terganggu jika harus berlatih menggunakan masker. 

 "Cukup terganggu sih karena kali ini berlatih dengan penerapan pyshical distansing pakai masker cukup pengap dan nafas tidak seperti tanpa masker tapi kami tetap ikut penerapan protikol kesehatan," tutup Marsya. 

Penulis: Nur Ika Anisa
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved