Breaking News:

Berita Sumenep

Penyegelan Tower Seluler oleh Pemilik Lahan di Sumenep Belum Ada Titik Temu

Penyelesaian penyegelan sebuah tower seluler, di jalan desa, di Kampung Benteng, Desa Prenduan, Kecamatan Pragaan, Sumenep, belum ada titik temu.

surya.co.id/muchsin
H Syarifudin Jakfar di bawa tower seluler yang berdiri di lahan miliknya, Minggu (12/7/2020). 

SURYA.co.id | SUMENEP – Upaya penyelesaian  penyegelan sebuah tower seluler, di jalan desa, di Kampung Benteng, Desa Prenduan, Kecamatan Pragaan, Sumenep, yang dilakukan pemilik lahan H Syarifudin Jakfar belum menemukan titik temu.

Penyegelan tersebut informasinya terkait sewa lahan yang belum beres.

Malah kini pihak seluler akan mengalihkan tower itu kepada pihak ketiga dengan alasan untuk dijual.

Sementara untuk kewajiban selaku penyewa, pihak seluler masih berjanji membayar sewa kontrak itu, selama 10 tahun ke depan, hingga 2030.

Kepada Tribunjatim.com (surya.co.id), pemilik lahan, H Syarifudin Jakfar, Minggu (12/7/2020) mengungkapkan, dirinya tetap menginginkan agar sewa lahan yang belum dibayar segera dilunasi.

Menurut Syarif, upaya untuk penyelesaian ini sudah dilakukan. Beberapa hari lalu pihaknya mendatangi kantor seluler di Surabaya. Tetapi kala itu hanya ditemui satpam. Sebab katanya di kantornya kosong tidak ada pegawai, termasuk pimpinan, lantaran semua pegawai bekerja di rumah.

“Pihak seluler hanya berjanji mau menyelesaikan. Tapi kapan, tidak ada kepastian. Kami kecewa,” papar Syarif.

Sejak pertengahan Juni 2020 lalu, tower seluler milik operator sebuah disegel dan aliran listriknya dimatikan oleh pemilik lahan, H Syarifudin Jakfar.

Sebab dirinya selaku pemilik tanah,  sesuai dengan akta notaris dan sertifikat hak milik (SHM), menilai berdirinya tower seluler di lahan miliknya itu, belum bayar sewa kontrak selama 10 tahun, sejak 2010 hingga 2020.

Penulis: Muchsin
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved