Berita Malang Raya

Kuras Rp 2 Miliar Untuk Alat PCR, Penularan Masih Tinggi

Wilayah Kecamatan Singosari dan Kecamatan Lawang bakal kembali dilakukan pengetatan sosial berskala lokal.

surya/erwin wicaksono
Suasana Rapat Paripurna di Gedung DPRD Kabupaten Malang, Senin (13/4/2020). 

SURYA.CO.ID, MALANG - Percepatan proses identifikasi warga Kabupaten Malang yang terpapar Covid-19 memang memerlukan anggaran tidak sedikit. Buktinya, Pemkab Malang telah menghabiskan anggaran sampai Rp 2 miliar untuk membeli alat polymerase chain reaction (PCR).

"Untuk pengadaan alat PCR itu anggarannya mencapai Rp 2 miliar," ujar Bupati Malang, Muhammad Sanusi usai mengikuti Rapat Paripurna di Gedung DPRD Kabupaten Malang, Senin (13/7/2020).

Alat yang digunakan untuk pelaksanaan swab test itu kini berada di RSUD Kanjuruhan, Kepanjen. “Jika tesnya dilakukan di Surabaya bisa 14 hari. Tetapi kalau swab di RSUD (Kanjuruhan) masuk sample jam 09:00 WIB, maka hasilnya bisa keluar pukul 14:00 WIB," ucap Sanusi.

Sanusi menjelaskan, alat yang didatangkan dari RSUD dr Iskak Tulungagung itu sudah mulai dilakukan uji coba di RSUD Kanjuruhan. Secara kapasitas, alat PCR itu bisa menampung 200 sampel setiap hari. "Sehingga, seluruh puskesmas di Kabupaten Malang kami arahkan (swab test) ke sana," tutur Sanusi.

Di sisi lain, menyadari angka penularan Covid-19 masih terus meningkat, Pemkab Malang bergerak memberikan solusi. Wilayah Kecamatan Singosari dan Kecamatan Lawang bakal kembali dilakukan pengetatan sosial berskala lokal.

“Nanti masih akan dirapatkan dengan forkopimda dan satgas, yang dibatasi adalah orang-orang luar yang hendak masuk ke wilayah perkampungan, mereka akan dirapid test,” ungkap Sanusi. (ew)

Penulis: Erwin Wicaksono
Editor: Deddy Humana
Sumber: Surya Malang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved