Breaking News:

Single Focus

Terlanjur Betah, Kezia Tetap Bayar Uang Kos Meski Sementara Mudik Karena Pandemi Covid-19

Meski lebih banyak waktunya di rumah selama kuliah digelar secara daring, Kezia Prijatna tetap membayar kos karena sudah terlanjur betah

Penulis: Zainal Arif | Editor: Eben Haezer Panca
ist/dok.pribadi
Kezia Prijatna 

SURYA.co.id | SURABAYA - Memilih tinggal di kos-kosan yang terjangkau, nyaman dan aman, menjadi pertimbangan khusus bagi Kezia Prijatna (19), mahasiswi jurusan Psikologi Universitas Ciputra Surabaya.

"Sebagai anak perantau saya perlu adaptasi saat tinggal di Kota Surabaya. Banyak yang jadi pertimbangan, seperti tetangga kos yang nanti akan menjadi saudara saya selama di Surabaya ini, serta bagaimana perlakuan pemilik kos kepada anak-anak kos," kata Kezia, Minggu, (12/7).

Kezia merasa bersyukur saat kamar yang ia sewa telah memenuhi kriteria yang diinginkan. Hal itu pula yang membuatnya memilih tetap membayar uang sewa kos, meski sedang pulang kampung ke Bogor. Alasannya jelas, ia tak ingin kehilangan tempat tinggalnya selama dirantau.

"Saya memilih pulang ke bogor karena akan merasa lebih aman dan tenang saat bersama keluarga di rumah. Nah karena di Surabaya sudah punya ibu kos yang baik dan tetangga kos yang sudah seperti sahabat, membuat saya tetap ngekos, meski tak saya tempati," ujar perempuan berzodiak Virgo ini.

Terlebih lagi, Kezia mengetahui bahwa sumber penghasilan ibu kosnya hanya dari hunian yang disewakan. Ia pun semakin yakin untuk tetap ngekos di tempat itu.

"Saya ingin tetap bisa membantu ibu kos. Jadi, saya ingin membantu sedikit dengan tetap membayar kos setiap bulannya," ungkap Kezia, peraih Juara 3 Lomba Debat Psikologi di National Psychofair Debate.

Dengan fasilitas yang lengkap, harga terjangkau dan pemilik kos yang sangat peduli dengan anak-anak kos, ia mengaku, ingin tetap tinggal di kos-kosan ini hingga lulus menjadi sarjana. 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved