Breaking News:

RSUD Kota Malang Butuh Tenaga Perawat. Jumlahnya Tak Sebanding Dengan Jumlah Pasien Covid-19

RSUD Kota Malang membutuhkan lebih banyak tenaga perawat. Saat ini, hanya ada 3 perawat di ruang isolasi Covid-19. Sedangkan pasiennya 19 orang.

foto: istimewa
Ilustrasi 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Aminatus Sofya

SURYA.co.id | MALANG - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Malang membutuhkan sedikitnya 10 tenaga perawat agar operasional rumah sakit menjadi ideal. Saat ini, RSUD mempunyai 89 perawat yang melayani pasien. Jumlah tersebut jauh lebih dibanding RS Saiful Anwar yang memiliki 600 perawat.

“Kalau itu kurang, jadi kita masih perawat 89, RSSA 600 perawat. Paling tidak segitu (100),” ucap Direktur RSUD Kota Malang, dr Umar Usman, Minggu (12/7/2020).

Dia mencontohkan perawat yang merawat pasien Covid-19, misalnya, hanya berjumlah tiga orang. Sementara di RSUD, terdapat 19 pasien yang dirawat di ruang isolasi Covid-19.

“Idealnya 3:10. Jadi tiga perawat merawat 10 pasien,” ucapnya.

Meski demikian, RSUD Kota Malang menambah kapasitas ruang isolasi pasien Covid-19 dari semula 25 bed menjadi 50 bed. Hal itu, kata Usman, disiapkan agar seluruh pasien Covid-19 yang membutuhkan penanganan bisa dilayani.

“Iya, mau kembangkan terus. Sementara yang isolasi 50 bed,” katanya.

Data Pemkot Malang mengonfirmasi jumlah kasus Covid-19 326 per Sabtu (11/7) malam. Rinciannya, 210 pasien menjalani perawatan dan isolasi, 90 sembuh dan 26 orang meninggal. Sementara pasien dalam pengawasan (PDP) berjumlah 215 orang dan 43 pasien telah meninggal dunia.

Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved