Breaking News:

Single Focus

Mahasiswa Rantau Mulai Tinggalkan Kos, Pengelola Buat Kebijakan Bayar Khusus untuk Titip Barang  

Seiring dengan semakin banyaknya mahasiswa rantau yang memilih meninggalkan kos karena kuliah daring, bagaimana nasib pengelola kos?

surabaya.tribunnews.com/firman rachmanudin
Hunian kos yang mulai ditinggalkan mahasiswa untuk menghemat biaya, selama kuliah daring. Pemilik kos pun memberikan harga khusus untuk menitipkan barang di kamar. 

SURYA.co.id | SURABAYA - Banyaknya mahasiswa rantau yang memilih keluar atau tidak memperpanjang masa sewa kamar kos, berimbas pada pengusaha rumah kos khusus mahasiswa/mahasiswi di Surabaya.

Omzet usaha mereka pun merosot dari biasanya. Penurunan omzet ini mulai dirasakan saat penerapan kuliah daring sebagai antisipasi penyebaran virus covid-19. Salah satu yang merasakan dampaknya, Heru Budianto, pengusaha rumah kos di sekitar Universitas Wijaya Kusuma  Surabaya.

"Biasanya kamar itu full, sudah tiga bulanan ini praktis banyak yang memilih keluar kos, meski buat sementara. Mereka memilih mengemasi barangnya agar tak kena biaya kos," kata Heru, Minggu (12/7).

Sebelum pandemi, pria yang sudah 15 tahun berkecimpung di usaha rumah kos khusus mahasiswi itu mengaku, kamarnya selalu penuh. 

Bahkan, ia tak perlu mencari pelanggan, karena rerata penghuni rumah kos itu diturunkan dari mahasiswi senior ke mahasiswi yang junior atau baru saja masuk.

"Saya punya 25 kamar, dua lantai, itu biasa penuh selama ini. Bahkan saya tidak permah cari pelanggan, mereka yang cari ," ujarnya.

Dari 25 kamar, saat ini hanya sekitar enam kamar yang terpakai. Itupun dua diantaranya bayar ongkos titip barang.

"Saya kasih kebijakan, biar anak-anak ini tidak pergi cari kos lain, toh perkuliahan belum aktif normal. Jadi saya biarin mereka nitip barang di kamar, cuma bayarnya 30 persen dari harga normal, belum ada yang pada balik," terang Heru.

Meski terbilang turun drastis, Heru tak memilih menurunkan kualitas pelayanan kepada anak kos yang masih bertahan. Rata-rata, tarif kos milik Heru dibanderol harga Rp 800.000 sampai Rp 1,5 juta.

Fasilitasnya pun terbilang baik, dengan wifi, kamar mandi dalam atau luar dan lingkungan yang nyaman serta bersih.

"Kalau kos di wilayah sini (Dukuh Kupang) paling murah Rp 1,5 juta sampai Rp 2,5 juta. Itu ada yang rumah kos bebas buat pekerja atau mahasiswa. Nah saya bikin ini tetap khusus mahasiswi dengan harga relatif lebih murah," tandas Heru. 

Kuliah Masih Daring, Mahasiswa Rantau Akhirnya Tinggalkan Kamar Kos Lalu Mudik

Penulis: Firman Rachmanudin
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved