Breaking News:

Citizen Reporter

Ada Kejiman Sebelum Seblang Olehsari Dimulai

Setiap daerah memiliki tradisi lisan. Itu menjadi sumber penelitian yang dibahas dalam webinar yang diadakan oleh Asosiasi Tradisi Lisan Jawa Timur.

Ada Kejiman Sebelum Seblang Olehsari Dimulai
citizen reporter/prima
Trisakti, Dekan FBS Unesa, memaparkan materi tentang kendala penelitian tradisi lisan selama masa pandemi dan solusinya dalam Webinar Nasional Metodologi Penelitian Tradisi Lisan di Masa Pandemi Covid-19 di Surabaya, Sabtu (11/7/2020).

Ketika Heru SP Saputra, peneliti dan dosen di Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Jember (Unej) menunjukkan sosok sepuh (tua) yang kejiman (trance) menyebut satu nama sebagai penari Seblang di Desa Olehsari, Banyuwangi, yang menonton rasanya ikut merinding. Itu ditunjukkan melalui tayangan yang dibagikan dalam Webinar Nasional bertema Metodologi Penelitian Tradisi Lisan pada Masa Pandemi Covid-19.

Topik yang diangkat mengenai langkah praktis meneliti tradisi lisan. Itu yang disampaikan oleh Setya Yuwana, Ketua Asosiasi Tradisi Lisan Jawa Timur.

Webinar yang berlangsung Sabtu (11/7/2020) itu diadakan atas kerja sama Asosiasi Tradisi Lisan Jawa Timur dan Universitas Negeri Surabaya. Lembaga lain yang mendukung adalah STKIP PGRI Jombang, Universitas PGRI Wiranegara Pasuruan, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya, Universitas Muhammadiyah Malang, IKIP Widya Darma Surabaya, dan Universitas Jember.

Pemaparan materi dan diskusi berlangsung seru dilihat dari berbagai pertanyaan yang dilontarkan melalui kolom pesan baik di Zoom maupun kanal YouTube. Diskusi selama tiga jam mulai pukul 09.00-12.00 itu diikuti peserta dari Aceh hingga Maluku.

Mereka antusias karena tradisi lisan menjadi bagian dari kehidupan bangsa Indonesia. Banyak suku membuat tradisi lisan semakin kaya. Itu perlu diteliti supaya lebih banyak orang yang memahami makna tradisi lisan yang ada.

Sunu Catur Budiyono, Dekan Fakultas Sosial dan Humaniora Universitas PGRI Adi Buana Surabaya, memaparkan perkembangan wilayah penelitian akibat pandemi. Peneliti tetap dapat melakukan penelitian meski saat ini terhalang kondisi. Beberapa kiat dibagikan kepada para peneliti jika ingin meneliti tradisi lisan melalui digital.

Demikian juga dengan paparan Trisakti, Dekan Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Surabaya. Tontonan rakyat yang selalu melibatkan penonton dalam berkomunikasi menjadi terhalang.

Pilihan lain adalah membawa tontonan rakyat ke layar televisi. Ada beberapa perubahan yang harus dilakukan. Misalnya setting ketoprak di atas panggung digantikan dengan setting sederhana saat tampil di televisi.

“Meski demikian, memang meneliti tradisi lisan langsung ke objeknya tetap diutamakan karena ada banyak hal yang tidak bisa dialihkan ke wilayah digital. Salah satunya adalah interaksi dengan penonton,” kata Trisakti menjawab pertanyaan Siti Gomo dari Universitas Negeri Jakarta. Trisakti banyak meneliti ketoprak dan nilai budaya Jawa.

Interaksi itu unik, menurut Sunu. Penonton ketoprak sudah siap sebelum ketoprak dimulai. Mereka juga tetap ada di tempat ketika panggung usai.

Halaman
12
Editor: Endah Imawati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved