Breaking News:

Siantar Top Catat Kinerja Positif, Penjualan Meningkat 9 Persen pada Kuartal I Tahun ini

PT Siantar Top Tbk masih mencatatkan kinerja positif di kuartal I tahun 2020 ini dengan penjualan meningkat 9 persen.

surya.co.id/sri handi lestari
Dari kiri: Direktur PT Siantar Top Tbk Albertus Osbert Kosasih,  bersama Dirut Agus Suhartanto, dan Direktur Suwanto saat RUPS PT Siantar Top Tbk, Jumat (10/7/2020). 

SURABAYA, SURYA -  PT Siantar Top Tbk masih mencatatkan kinerja positif di kuartal I tahun 2020 ini.

Dengan penjualan mengalami peningkatan 9 persen dibanding periode yang sama tahun 2019 lalu. Yaitu menjadi Rp 945 miliar dari Rp 863 miliar.

Direktur Utama Siantar Top, Agus Suhartanto , mengatakan tahun ini, pihaknya masih optimistis memproyeksikan pertumbuhan penjualan bisa mencapai 10 persen meski kondisi Covid-19 belum mereda.

"Memang proyeksi pertumbuhan tahun ini lebih konservat atau tidak setinggi realisasi 2019 yakni tembus 24,25 persen dari Rp2,8 triliun pada 2018 menjadi Rp3,5 triliun pada 2019," jelas Agus, saat Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS)  Siantar Top Tbk, Jumat (10/7/2020).

Secara umum industri makanan dan minuman (mamin) saat pandemi covid 19 juga terkena dampaknya. Terutama adanya pembatasan sosial, yang membuat tidak ada kegiatan sekolah.

Menurut Agus, kegiatan sekolah selama ini menjadi salah satu pasar untuk produk snack anak-anak.

"Tapi kami tetap yakin dengan upaya promosi dan produk unggulan seperti French Fries, Gemez, Gorio Orio, Go Potato, dan Tic Tac," jelas Agus.

Pihaknya juga masih melihat potensi di pasaran karena juga terus perluas jaringan distribution center untuk menyiapkan butter stock.

Direktur Siantar Top, Suwanto menambahkan perseroan juga tetap mengembangkan pasar ekspor. Kontribusi pasar ekspor selama ini berada di kisaran 9 persen. Dengan negara tujuan ke China, Korea Selatan dan Taiwan.

"Tahun ini kami upayakan tetap kembangkan pasar ekspor ke negara-negara Asia, Timur Tengah dan Afrika," imbuhnya.

Terkait rencana investasi baru, Perseroan akhirnya menunda rencana pengembangan pabrik baru di Kertosono dan Theme Park di Sidoarjo lantaran kondisi Covid-19.

Sedangkan pengembangan pabrik baru di Pasuruan tetap digarap dengan selektif mengingat tingkat utilitas pabrik yang ada saat ini sudah mencapai 70 persen - 80 persen.

"Pengembangan pabrik baru di Pasuruan tetap berjalan, dan diperkirakan akhir tahun ini sudah selesai dengan harapan pada 2021 sudah beroperasi," jelas Suwanto.

Sementara itu, untuk kinerja tahun 2019, Siantar Top mencatatkan pertumbuhan laba bersih yang mencapai 89,91persen. Dari Rp 255 miliar pada 2018 menjadi Rp 482 miliar pada 2019.

 
  

Penulis: Sri Handi Lestari
Editor: Parmin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved