Breaking News:

Pembocor Data Denny Siregar

Polisi Bekuk Penyebar Data Pribadi Denny Siregar di Surabaya. Telkomsel Minta Maaf

Polisi telah menangkap pria yang membobol data pribadi Denny Siregar dan membocorkannya ke media sosial. Pelaku adalah karyawan outsourcing GraPARI

ist
Kasubdit I Dittipitsiber Bareskrim Polri Kombes Pol Reinhard Hutagaol dan Karo Penmas Div Humas Mabes Polri Brigjen Pol Awi Setiyono di Mabes Polri saat menjelaskan penangkapan pelaku pembobol dan penyebar data pribadi Denny Siregar. 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Luhur Pambudi

SURYA.co.id | SURABAYA - Polisi telah menangkap orang yang membocorkan data pribadi Denny Siregar. Ternyata pelaku tersebut adalah customer service GraPARI di Rungkut, Surabaya, yang berstatus karyawan oursourcing. 

Pelaku berinisial FPH (21) itu dibekuk anggota Bareskrim Polri d igerai tersebut sekira pukul 14.00 WIB pada Kamis (9/7/2020) kemarin.

Kasubdit I Dittipitsiber Bareskrim Polri, Kombes Pol Reinhard Hutagaol mengungkapkan bahwa pelaku berhasil memperoleh sejumlah data pribadi korban atau pegiat media sosial tersebut, dengan cara ilegal akses.

FPH mengakses database sistem tanpa seizin pelanggan dan pimpinan. 

"(Data) dari file yang dibuka itu dia dapat 2 data yaitu data tentang pelanggan, dan data mengenai device pelanggan," ujarnya saat konferensi pers, di Mabes Polri Jakarta, Jumat (10/7/2020).

Setelah berhasil memperoleh data tersebut, ungkap Reinhard, pelaku lantas mengirimnya via direct message sebuah akun @Opposite6890.

"Ada data pelanggan pada twitter opposite6890 seperti demikian, namun yg tertulis demikian adalah ini ditulis kembali, atau diketik kembali oleh pemilik akun twitter ini, dan disebarkan," terangnya.

Atas perbuatannya, ungkap Reinhard, FPH, Pasal 46 ayat 1, 2, 3 Junto UU 30 ayat 1, 2, 3 atau pasal 48 ayat 1 2 3 atau junto pasal 32 ayat 1 dan 2, UU No 19 atas perubahan UU No 11 tentang informasi dan transaksi elektronik.

Atau pasal 50 UU No 36/1999 tentang telekomunikasi dan atau pasal 362 KUHP atau pasal 95 UU No 24/2013 tentang perubahan atas UU No 23/2006 tentang administrasi kependudukan.

"Ancaman 10 tahun penjara paling lama, denda Rp 10 Miliar," pungkasnya.

Sementara itu, Senior Vice President Corporate Secretary Telkomsel, Andik Agus Akbar meminta maaf kepada Denny Siregar atas insiden tersebut.

"Kami mohon maaf atas bapak DS atas ketidaknyamanan ini dan dari media ini Telkomsel berusaha selalu memastikan keamanan data pelanggan yang ada pada kami," ungkap Akbar.

Dari kasus tersebut, lanjut Andik, pihaknya akan terus meningkatkan keamanan data pribadi para pelanggannya.

"Ini pelajaran bagi kami untuk kedepannya akan kami tingkatkan terus keamanan di data pelanggan kami," pungkasnya.

Penulis: Luhur Pambudi
Editor: Eben Haezer Panca
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved